Bantul (MAN 1 Bantul) — MAN 1 Bantul terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lembaga pendidikan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Komitmen tersebut diwujudkan melalui gelar Workshop dan pendamingan Penguatan Zona Integritas yang diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan, Selasa (9/12/2025) di aula madrasah. Kegiatan ini dipandu langsung oleh analis kepegawaian Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Isman, S.Pt., S.A.P.
Workshop ini merupakan bagian dari persiapan MAN 1 Bantul untuk mengikuti Seleksi Nasional Madrasah Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh keseriusan demi menghadirkan tata kelola madrasah yang profesional dan bebas dari praktik-praktik penyimpangan.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan zona integritas bukan hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi merupakan kebutuhan moral bagi setiap insan pendidikan. “Zona integritas adalah wujud komitmen kita terhadap amanah publik. Madrasah bukan hanya tempat belajar, tetapi tempat membangun budaya jujur, disiplin, dan profesional. Kami siap mengikuti seleksi nasional, dan lebih dari itu, kami siap menjalankan nilai integritas dalam keseharian,” ungkapnya.
Beliau juga menyampaikan apresiasi terhadap seluruh guru dan tenaga kependidikan yang terus mendukung langkah-langkah reformasi birokrasi di lingkungan madrasah.
Dalam workshop tersebut, Isman menyampaikan materi mengenai pembangunan zona integritas, manajemen perubahan, peningkatan kualitas layanan publik, hingga strategi memenuhi indikator penilaian WBK. Dengan cermat, beliau juga meneliti berbagai dokumen yang telah disiapkan oleh tim Zona Integritas dari MAN 1 Bantul. Pada akhirnya beliau pun menekankan bahwa keberhasilan zona integritas tidak hanya diukur dari dokumen, tetapi dari perubahan nyata dalam budaya kerja.
Beberapa guru memberikan tanggapan positif atas terselenggaranya workshop ini.
Guru Pendidikan Agama Islam, Nurmi Cahyaningru, M. Pd.I, menyampaikan bahwa kegiatan ini membuka wawasan baru tentang pentingnya standardisasi layanan di madrasah. “Kami jadi lebih paham bahwa integritas itu bermula dari hal-hal kecil, seperti kedisiplinan dan ketepatan layanan. Semoga MAN 1 Bantul bisa menjadi contoh madrasah berintegritas,” ujarnya.
Sementara itu, guru Bahasa Arab, Choir Rosyidi, S.S., M.Pd.I. menilai workshop ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya kerja. “Penguatan zona integritas bukan hanya program administratif, tetapi gerakan bersama. Saya merasa kegiatan ini mendorong kami untuk lebih transparan dan melayani siswa dengan lebih profesional,” tuturnya.

Guru BK Tri Yuiasih, S.Pd., menambahkan bahwa kegiatan ini menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya reformasi birokrasi. “Dengan pemahaman yang lebih jelas, kami semakin siap menjalankan standar pelayanan yang lebih baik,” katanya.
Dengan terselenggaranya workshop dan pendamingan ini, MAN 1 Bantul semakin mantap melangkah menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi dan berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang unggul, berintegritas, dan terpercaya. Hal ini sesuai dengan tagline madrasah yang sedang gencar-gencarnya disosialisasikan : CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi.” (Chr).

