Siswa XI FD1 MAN 1 Bantul Jelajahi Cakrawala Tafsir Lewat Referensi Digital di Perpusda Bantul

Bantul (MAN 1 Bantul) — Suasana berbeda tampak pada KBM kelas XI FD1. Tidak di dalam ruang kelas seperti biasanya, para siswa diajak melakukan eksplorasi ilmu melalui kegiatan kajian pustaka di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bantul pada Senin (20/1/2026). ​Langkah ini diambil untuk memperdalam pemahaman materi Ilmu Tafsir, yang secara karakteristik menuntut ketelitian dalam merujuk berbagai literatur dan kitab primer maupun sekunder.

​Dalam pembelajaran tafsir, metode library research atau kajian pustaka adalah harga mati. Memahami ayat suci tidak cukup hanya dengan membaca satu sumber. Para siswa didorong untuk:
​Membandingkan berbagai pendapat mufassir (ahli tafsir) dari karya karyanya. Hal ini sekaligus siswa dapat ​memperkaya kosa kata asing lewat referensi digital.

​Guru pengampu memilih Perpusda Bantul sebagai lokasi belajar untuk memberikan refreshing akademik. Dengan fasilitas ruang yang nyaman, akses internet yang cepat, dan koleksi e-book serta jurnal digital yang lengkap, siswa terlihat sangat antusias.
​”Mencari referensi tafsir itu butuh konsentrasi tinggi. Dengan suasana baru di perpustakaan yang tenang namun modern, anak-anak jadi tidak mudah bosan saat harus membaca banyak teks yang berat,” ujar guru mapel ilmu Tafsir

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyambut positif langkah inovatif ini. Beliau menekankan bahwa eksplorasi tafsir melalui media digital adalah manifestasi nyata dari semangat Cadas Berkelas (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart; Berkarakter, Cinta Lingkungan, Anti Diskriminasi).

“Langkah siswa XI FD1 ini mencerminkan sikap Adaptif dan Smart. Mereka mampu memanfaatkan teknologi untuk memperdalam ilmu Agamis, sehingga pemahaman tafsir menjadi lebih luas dan Cerdas,” ungkapnya.

Beliau juga menambahkan bahwa akses digital di Perpusda mendukung nilai Demokratis dan Anti Diskriminasi. “Dengan referensi digital, informasi terbuka luas bagi siapa saja tanpa batas. Ini melatih siswa menjadi pribadi yang Berkarakter terbuka namun tetap kritis. Selain itu, beralih ke referensi digital juga merupakan wujud Cinta Lingkungan karena membantu penghematan penggunaan kertas (paperless),” imbuhnya.

​Literasi Digital sebagai Kunci. ​Selain buku fisik, siswa XI FD1 diajarkan mengoptimalkan referensi digital. Mereka diperintah mengakses database jurnal keislaman jurnal relevan untuk mempercepat pencarian data tanpa mengurangi kedalaman analisis.
​Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang kritis, tidak mudah menerima informasi instan, dan terbiasa melakukan tabayyun (klarifikasi) melalui rujukan pustaka yang otoritatif. (Zid)