Siswa XI-FD1 MAN 1 Bantul Perdalam Ilmu Tafsir Melalui Diskusi Kelompok di Perpusda Bantul

Bantul (MAN 1 Bantul) — Suasana tenang di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Bantul tampak sedikit berbeda pada Senin Siang (20/1/2026). Sekelompok siswa terlihat berkumpul dengan antusias di salah satu sudut ruang diskusi. Bukan tanpa alasan, kehadiran mereka di sana adalah untuk menyelesaikan tugas mata pelajaran Ilmu Tafsir.

​Fokus utama diskusi kali ini adalah pendalaman konsep Muhkamat (ayat-ayat dengan makna yang jelas) dan Mutasyabihat (ayat-ayat yang memerlukan penjelasan lebih mendalam). Diskusi berlangsung interaktif, di mana para siswa saling bertukar referensi dari kitab-kitab tafsir yang tersedia di rak perpustakaan guna membedakan karakteristik kedua konsep tersebut.

​Dalam diskusi tersebut, para siswa mengupas poin-poin penting berikut:
​- Ayat Muhkamat: Ayat yang maknanya tegas, jelas, dan menjadi landasan utama (Ummul Kitab).
​- Ayat Mutasyabihat: Ayat yang maknanya hanya diketahui secara pasti oleh Allah SWT atau memerlukan takwil dari para ahli ilmu karena memiliki kemungkinan makna lebih dari satu.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi penuh atas inisiatif diskusi ini sebagai bentuk penerapan nilai Cadas Berkelas. “Diskusi ini mencerminkan sikap Demokratis dan Cerdas dalam bertukar pikiran. Dengan mengkaji tafsir secara bersama, siswa melatih karakter Agamis yang Smart dan Adaptif terhadap sumber ilmu,” ujar Mafrudah. Beliau juga menambahkan bahwa belajar di ruang publik melatih siswa menjadi pribadi yang Berkarakter, Anti Diskriminasi, dan tetap Cinta Lingkungan.

​Setelah sesi diskusi yang cukup intens berakhir, para siswa segera merapikan buku-buku mereka. Kegiatan tidak langsung selesai begitu saja; mereka bersama-sama menuju mushola yang berada di area perpustakaan untuk menunaikan ibadah sholat berjamaah ashar.

​Gema adzan yang merdu dikumandangkan oleh salah satu siswa bernama Nadhif Arrafi. Sementara itu, posisi imam sholat diisi oleh siswa bernama Muhammad Fathur, yang memimpin jalannya sholat dengan khidmat. ​Selesai melaksanakan sholat ashar, para siswa pun saling berpamitan. Kegiatan belajar mandiri di luar kelas ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman akademis mereka mengenai Al-Qur’an, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan kedisiplinan dalam beribadah. Para siswa kemudian diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. (Zid)