Bantul (MAN 1 Bantul) – Suara mesin dan aroma oli kembali memenuhi bengkel Teknik Otomotif MAN 1 Bantul, senin( 26/1/2026) lalu. Kali ini, para siswa Fase Dasar (Kelas XI) sedang melakukan praktik mendalam mengenai perawatan dan perbaikan sistem CVT (Continuously Variable Transmission) pada sepeda motor. Praktik ini merupakan bagian penting dari rangkaian persiapan mereka menghadapi Praktik Kerja Industri (Prakerin) yang akan dimulai bulan April mendatang.
Dengan dipandu oleh guru produktif, para siswa secara sistematis mempelajari komponen utama CVT, mulai dari puli primer dan sekunder, v-belt, hingga roller atau sepatu gesek. Mereka melakukan prosedur standar, seperti pembongkaran, pemeriksaan keausan komponen (terutama v-belt dan roller), pembersihan, pengukuran, hingga perakitan ulang yang tepat.
“Ini adalah materi wajib yang harus dikuasai sebelum prakerin. Sistem CVT ada di hampir semua skuter matik yang menjadi mayoritas kendaraan servis di bengkel. Siswa harus bisa mengenali gejala kerusakan dan cara memperbaikinya dengan prosedur yang benar,” tegas Fachrur Rozi, S.Pd., instruktur praktikum, sambil menunjukkan teknik pemeriksaan v-belt yang sudah aus.
Suasana praktik terlihat lebih fokus dan matang dibandingkan praktik-praktik di fase sebelumnya, menandakan keseriusan siswa dalam mempersiapkan diri. “Latihan seperti ini sangat membantu. Di prakerin nanti, tugas seperti servis CVT pasti akan sering ditemui. Kami jadi lebih percaya diri karena sudah paham alur dan detail kerjakannya,” ujar Andi, salah satu siswa Fase Dasar yang sedang mengukur diameter roller.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., yang meninjau langsung kegiatan tersebut, sangat mengapresiasi kesiapan dan keseriusan para siswa. “Saya melihat adanya peningkatan yang signifikan baik dari sisi keterampilan maupun sikap. Mereka tidak hanya belajar teknik, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab dan kesiapan mental untuk terjun ke dunia industri. Ini adalah modal yang sangat berharga,” ujarnya.
Mafrudah menekankan bahwa penguasaan kompetensi spesifik seperti perbaikan CVT adalah kunci daya saing siswa. “Dunia industri membutuhkan lulusan yang benar-benar siap pakai. Dengan membekali siswa dengan keterampilan yang langsung aplikatif dan banyak permintaannya di lapangan, kami berharap mereka dapat memberikan kontribusi nyata saat prakerin dan menjadi calon tenaga kerja yang kompeten di masa depan,” pungkasnya.
Program pemantapan kompetensi teknis seperti ini akan terus berlangsung hingga prakerin dimulai, mencakup berbagai sistem utama sepeda motor untuk memastikan siswa MAN 1 Bantul siap bersaing dan memberikan performa terbaik di DU/DI mitra. (faro)

