Bantul (MAN 1 Bantul)— Rutinitas Senyum, Sapa, Salam (3S) terus menjadi budaya positif yang menghidupkan suasana pagi di MAN 1 Bantul. Rabu pagi (28/12025), kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan seperti hari-hari biasanya menyambut kedatangan peserta didik di gerbang madrasah dengan senyum ramah, sapaan hangat, serta salam penuh keakraban sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa rutinitas 3S merupakan bagian penting dari pembentukan karakter dan budaya madrasah yang humanis. “Senyum, sapa, dan salam adalah hal sederhana, tetapi dampaknya luar biasa. Melalui kebiasaan ini, kami ingin membangun kedekatan emosional antara guru dan siswa serta menanamkan nilai kesantunan dan saling menghormati,” tuturnya.
Hal senada disampaikan oleh Tri Yuliasih, S.Pd., guru Bimbingan dan Konseling MAN 1 Bantul. Menurutnya, rutinitas 3S berpengaruh positif terhadap kondisi psikologis peserta didik. “Siswa yang disambut dengan senyum dan sapaan hangat cenderung lebih tenang, percaya diri, dan siap mengikuti pembelajaran. Ini juga membantu meminimalisir jarak antara guru dan siswa,” jelasnya.
Dari sisi peserta didik, kegiatan ini dirasakan membawa suasana yang menyenangkan. Muhammad Izzat Al-Kafi, siswa kelas XII, mengaku rutinitas 3S membuatnya lebih bersemangat datang ke madrasah. “Disambut guru sejak pagi membuat kami merasa diperhatikan. Rasanya lebih nyaman dan semangat untuk belajar,” ungkapnya.
Dengan konsistensi pelaksanaan Senyum, Sapa, Salam, MAN 1 Bantul terus berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah, harmonis, dan berkarakter. Budaya positif ini diharapkan mampu memperkuat keakraban seluruh sivitas akademika sekaligus mendukung terciptanya iklim pembelajaran yang kondusif. Hal ini sesuai pula dengan tagline madrasah yang tengah gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi).” (Chr).

