Bantul(MAN 1 Bantul) – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi melaksanakan kegiatan peningkatan kompetensi guru dengan mengangkat materi Integrasi Pembelajaran Mendalam, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), dan Ekoteologi dalam Pembelajaran Ekonomi. Kegiatan ini diikuti oleh 37 guru Ekonomi madrasah se DIY dan berlangsung dengan tertib serta penuh antusias sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada penguatan karakter dan nilai moderasi beragama pada hari Rabu (28/01/2026) di Aula MAN 3 Bantul.
Kegiatan MGMP diawali dengan pembukaan oleh ketua dan dilanjutkan pemaparan materi oleh Ibu Septy Andari Putri, S.Pd., M.Pd., Tim KSKK Penyusun KBC, melalui metode ceramah interaktif. Dalam penyampaiannya, narasumber menekankan pentingnya penerapan pembelajaran mendalam dalam mata pelajaran ekonomi agar siswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan realitas kehidupan sehari-hari. “Pembelajaran ekonomi harus mampu mendorong siswa berpikir kritis, analitis, dan reflektif sehingga materi yang dipelajari benar-benar bermakna,” ujar Ibu Septy Andari.

Selanjutnya, Ibu Septy Andari menjelaskan integrasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam pembelajaran ekonomi sebagai upaya menumbuhkan nilai empati, kepedulian sosial, dan sikap saling menghargai pada peserta didik. Suasana kegiatan semakin hidup pada sesi tanya jawab, di mana para peserta aktif berdiskusi dan menyampaikan pengalaman pembelajaran di kelas. “Melalui KBC, pembelajaran ekonomi diarahkan untuk membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan peduli terhadap sesama,” jelasnya menanggapi pertanyaan peserta.
Pada sesi akhir, narasumber memaparkan penerapan nilai ekoteologi dalam pembelajaran ekonomi yang menekankan keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan kelestarian lingkungan. Peserta MGMP tampak antusias mengikuti diskusi dan mencatat poin-poin penting yang dapat diimplementasikan dalam pembelajaran. Melalui kegiatan MGMP Ekonomi ini, diharapkan guru mampu mengembangkan pembelajaran ekonomi yang bermakna, berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter dan kompetensi peserta didik madrasah. Sebelum menutup kegiatan narasumber memberikan kuis tebak angka berpola kepada peserta MGMP, direspon cepat oleh bu Umi yang berhasil menebak angka dengan tepat dan benar, dan mendapatkan reward dari narasumber.
Pada akhir kegiatan, narasumber berpesan untuk tetep bersemangat mendampingi dan membersamai siswa dengan tantangan yang lebih banyak agar menjadi jariyah bagi guru.(Ipk)

