Siswa Kelas X E 7 Ikuti Manasik Haji “Wisata Edukasi Religi Qolbu Boyolali”

Bantul (MAN 1 Bantul) -_Kegiatan Manasik Haji Kelas X Fase E MAN 1 Bantul dilaksanakan dalam bentuk Wisata Edukasi Religi Qolbu Boyolali sebagai bagian dari implementasi pembelajaran fikih berbasis pengalaman langsung. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh perlunya penguatan pemahaman ibadah haji secara komprehensif, tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui praktik dan penghayatan langsung agar materi fikih lebih mudah dipahami dan bermakna bagi peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa (3/2/2026) di Kawasan Qolbu Boyolali.

Kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan pemahaman utuh tentang rukun, wajib, dan sunnah haji, sekaligus menanamkan nilai-nilai religius seperti keikhlasan, kesabaran, kedisiplinan, dan kebersamaan. Melalui pendekatan wisata edukasi religi, pembelajaran fikih diarahkan untuk membentuk karakter siswa yang taat beribadah, bertanggung jawab, serta memiliki kesadaran spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan diawali dengan pembekalan terkait manasik haji secara urut dan lengkap sampai dengan simulasi menggunakan kain ihrom di masjid Roudlotul Muttaqin masjid madrasah sehari sebelum berangkat. Pada saat hari pelaksanaan seluruh siswa kelas X Bersiap mengikuti apel pemberangkatan di halaman madrasah dipimpin oleh bu Mafrudah,S.Ag.,M.Pd, selaku Kepala MAN 1 Bantul. Rombongan terbagi dalam 7 bus per kelas, mulai E 1- E7 dengan pendamping walikelas dan 2 atau 3 guru lainnya.

Siswa mempraktikkan rangkaian manasik mulai dari niat dan ihram, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, thawaf, sa’i, hingga tahallul dengan pendampingan guru mata pelajaran fikih dan wali kelas. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, khidmat, dan

penuh antusiasme, serta menjadi sarana pembelajaran aktif dan partisipatif.

Guru mata pelajaran Fikih MAN 1 Bantul menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pemahaman dan sikap keagamaan siswa. “Melalui manasik haji dalam bentuk wisata edukasi religi ini, siswa tidak hanya mengetahui urutan ibadah haji, tetapi juga memahami makna dan hikmah di balik setiap rangkaian ibadah. Pembelajaran menjadi lebih hidup dan mudah diinternalisasi oleh siswa,” ungkapnya.

Manfaat nyata dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh siswa, antara lain meningkatnya pemahaman praktis tentang ibadah haji, tumbuhnya sikap disiplin dan kebersamaan, serta berkembangnya kesadaran spiritual dan akhlak mulia. Siswa juga mampu merefleksikan materi fikih yang telah dipelajari dengan lebih baik dan mengaitkannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Wisata Edukasi Religi Qolbu Boyolali, MAN 1 Bantul terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran fikih yang kontekstual, bermakna, dan berorientasi pada penguatan karakter religius peserta didik, sejalan dengan semangat Madrasah Hebat Bermartabat.

Kegiatan Manasik Haji Kelas X Fase E MAN 1 Bantul , diikuti siswa E1- E7 dilaksanakan dalam bentuk Wisata Edukasi Religi Qolbu Boyolali sebagai implementasi pembelajaran fikih berbasis praktik. Melalui simulasi manasik haji, siswa memperoleh pengalaman langsung memahami rukun dan tata cara ibadah haji, sekaligus menumbuhkan nilai keikhlasan, disiplin, dan kebersamaan. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen madrasah dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan membentuk karakter religius peserta didik.

Kegiatan manasik haji ini juga sejalan dengan penguatan nilai moderasi beragama, di mana siswa diajak memahami ibadah sebagai sarana membangun sikap tawasuth (moderat), disiplin, toleran, dan saling menghargai. Selain itu, kegiatan ini mendukung pembentukan Profil Pelajar Pancasila dan Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin, khususnya dalam aspek beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bergotong royong, serta berakhlak mulia.(Ipk)