Bantul (MAN 1 Bantul) – Pelaksanaan ujian praktik seni budaya di MAN 1 Bantul berlangsung meriah dan interaktif dengan melibatkan siswa kelas XII FL7. Dalam kegiatan tersebut, siswa diminta membuat karakter wayang seni dari pemanfaatan limbah kardus, kemudian memainkan karakter tersebut dalam pertunjukan teater boneka secara berkelompok sesuai naskah alur cerita yang telah disusun. Antusiasme siswa terlihat sejak proses pembuatan hingga pementasan, karena mereka tidak hanya berkreasi secara visual, tetapi juga berlatih ekspresi dan kerja sama tim (06/02/2026).

Guru seni budaya, Nada Maulana Massaid, S.Pd., menjelaskan bahwa ujian praktik ini dirancang untuk menggabungkan unsur kreativitas, kepedulian lingkungan, serta keterampilan kolaboratif. Ia menilai penggunaan bahan limbah kardus sebagai media karya menjadi bentuk implementasi nyata program Adiwiyata, sekaligus melatih siswa berpikir inovatif dalam memanfaatkan barang bekas menjadi karya seni bernilai. Menurutnya, kegiatan ini membuktikan bahwa pembelajaran seni dapat berlangsung aktif, menyenangkan, dan bermakna.
Kepala madrasah, Ibu Hj. Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi atas pelaksanaan ujian praktik yang kreatif tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan nilai “Cadas Berkelas,” yaitu cerdas, agamis, demokratis, adaptif, smart, berkarakter, cinta lingkungan, dan anti diskriminasi. Ia berharap model pembelajaran inovatif seperti ini terus dikembangkan agar siswa mampu mengasah potensi seni sekaligus membangun karakter peduli lingkungan dan percaya diri. (mln)

