Tingkatkan Profesionalisme, Guru MAN 1 Bantul Ikuti Workshop Penguatan Konsep dan Bedah Soal Bahasa Indonesia

Bantul (MAN 1 Bantul) — Komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia ditunjukkan oleh guru MAN 1 Bantul, Nur Khasanah melalui partisipasi aktif dalam Workshop Penguatan Konsep dan Bedah Soal Bahasa Indonesia. Workshop ini bekerja sama antara MGMP Bahasa Indonesia SMA Provinsi DIY dan Penerbit Erlangga yang dilaksanakan pada Selasa, 10/2/2026 pukul 12.30 s.d. 15.30 WIB di Gedung Penerbit Erlangga. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pendidik untuk memperdalam pemahaman materi sekaligus menyelaraskan strategi pembelajaran dengan tuntutan asesmen terkini.

Workshop yang berlangsung dengan suasana akademik dan kolaboratif ini diikuti oleh guru-guru Bahasa Indonesia SMA/MA Provinsi DIY. Fokus utama kegiatan adalah penguatan konsep kebahasaan, pendalaman materi berbasis literasi, serta pembahasan soal-soal berorientasi HOTS (Higher Order Thinking Skills) yang kerap muncul dalam Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK).

Dalam sesi pemaparan materi, Prof. Dr. Drs. Anwar Efendi, M.S.I. sebagai narasumber menjelaskan secara komprehensif tentang strategi memahami berbagai jenis teks, seperti hubungan antarparagraf, bahasa panda-analogi, ketepatan pilihan kata, paragraf kohesi dan koherensi, makna imbuhan, sinonim-antonim, dan lain-lain. Selain itu, peserta juga diajak mengulas aspek kebahasaan yang sering menjadi titik lemah siswa, seperti ketepatan penggunaan pilihan kata, struktur kalimat efektif, serta penalaran dalam menyimpulkan isi bacaan.

Sesi bedah soal menjadi bagian yang paling dinanti. Para guru bersama-sama menganalisis karakteristik soal, menentukan kunci jawaban berdasarkan indikator kompetensi, serta mendiskusikan alternatif jawaban yang berpotensi mengecoh siswa. Diskusi berlangsung aktif dan reflektif, sehingga para guru dapat saling berbagi pengalaman mengenai kesulitan yang dihadapi siswa di kelas.

Salah satu peserta, Eko Sunaryo menyampaikan bahwa workshop ini sangat membantu dalam memperkaya strategi mengajar di kelas. Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah mengatakan bahwa dengan memahami pola dan tingkat kesulitan soal, guru dapat merancang pembelajaran yang lebih terarah dan efektif. ”Hal ini sejalan dengan upaya madrasah dalam meningkatkan capaian akademik siswa, khususnya dalam bidang literasi,” lanjut Mafrudah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan guru MAN 1 Bantul semakin siap membimbing siswa menghadapi berbagai bentuk asesmen dengan pendekatan yang lebih sistematis dan kontekstual. Workshop ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen madrasah dalam menjaga kualitas pendidikan dan profesionalisme tenaga pendidik di era pembelajaran berbasis kompetensi. (nk)