Bantul (MAN 1 Bantul) — Suasana kelas FD 2 di MAN 1 Bantul tampak berbeda pada Rabu (11/2/2026). Dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), para siswa mengikuti diskusi kelompok dengan materi “Strategi Mengatasi Tantangan dalam Masyarakat Beragam” di bawah bimbingan Ibu Etik Rahmawati, S.Pd.
Diskusi kelompok yang beranggotakan Faiz, Noval, Fairuz, dan Gusna berlangsung aktif dan penuh semangat. Mereka saling bertukar pendapat mengenai pentingnya toleransi, sikap saling menghargai, serta peran generasi muda dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial di Indonesia.
Dalam pemaparannya, Faiz menegaskan bahwa keberagaman bukanlah sumber perpecahan, melainkan kekuatan bangsa apabila dikelola dengan baik. Noval menambahkan bahwa komunikasi terbuka dan musyawarah menjadi kunci dalam menyelesaikan konflik di masyarakat. Sementara itu, Fairuz dan Gusna memaparkan contoh konkret strategi mengatasi perbedaan, seperti membangun kerja sama lintas budaya serta mengedepankan nilai gotong royong.
Ibu Etik Rahmawati, S.Pd., memberikan arahan agar siswa tidak hanya memahami konsep secara teoretis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Ia mengapresiasi keaktifan anggota kelompok FD 2 yang mampu mengaitkan materi dengan realitas sosial di sekitar mereka.
Kegiatan diskusi ini tidak hanya melatih kemampuan berpikir kritis dan komunikasi siswa, tetapi juga menumbuhkan sikap toleran serta tanggung jawab sebagai warga negara. Suasana kelas yang hidup dan penuh interaksi menjadi bukti bahwa pembelajaran PPKn dapat berlangsung menyenangkan sekaligus bermakna.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa pembelajaran berbasis diskusi selaras dengan semangat CADAS Berkelas.
“Diskusi tentang keberagaman ini sangat penting untuk membentuk karakter siswa yang cerdas, adaptif, dan berjiwa kebangsaan. Melalui pembelajaran seperti ini, MAN 1 Bantul menanamkan nilai toleransi, persatuan, dan tanggung jawab sosial sejak dini sebagai bekal hidup bermasyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, siswa kelas FD 2 semakin memahami bahwa menjaga persatuan dalam masyarakat yang beragam merupakan tanggung jawab bersama demi terwujudnya kehidupan yang harmonis dan damai, sekaligus mencerminkan karakter siswa MAN 1 Bantul yang CADAS Berkelas.(etra)

