Bantul, 23 Februari 2026 – MAN 1 Bantul kembali menunjukkan komitmennya dalam membekali peserta didik dengan ilmu keislaman yang aplikatif. Melalui kegiatan praktik perawatan jenazah, madrasah ini memberikan pembelajaran fikih kemasyarakatan secara langsung agar siswa siap terjun dan berperan aktif di tengah masyarakat setelah lulus.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari pembelajaran mata pelajaran Fikih, khususnya pada materi pemulasaraan jenazah. Dalam praktik ini, siswa tidak hanya mempelajari teori tentang tata cara memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga menguburkan jenazah, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung dengan bimbingan guru.
Guru Fikih MAN 1 Bantul menjelaskan bahwa praktik ini bertujuan agar siswa memahami kewajiban fardhu kifayah secara benar dan tidak merasa canggung ketika harus terlibat dalam kegiatan sosial keagamaan di lingkungan tempat tinggalnya.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd., menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan tersebut. Menurutnya, pembelajaran fikih tidak cukup hanya berhenti pada aspek kognitif, tetapi juga harus menyentuh ranah praktik dan pembentukan karakter sosial. “Kami ingin lulusan MAN 1 Bantul memiliki bekal ilmu yang tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga berguna bagi masyarakat. Dengan praktik perawatan jenazah ini, siswa diharapkan tidak lagi canggung dan siap membantu ketika dibutuhkan,” ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa kegiatan semacam ini merupakan bagian dari upaya madrasah dalam menanamkan nilai kepedulian, tanggung jawab, serta kesiapan berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.
Para siswa pun terlihat antusias mengikuti praktik tersebut. Kegiatan ini sesuai dengan salah satu tujuan MAN 1 Bantul dalam mewujudkan generasi yang agamis dan berkarakter yang terekam dalam tagline MAN 1 Bantul, CADAS BERKELAS, CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart. Berkarakter, Cinta Lingkungan, Anti Diskriminasi)
Melalui kegiatan ini, MAN 1 Bantul berharap dapat terus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial. (N-cis)

