BANTUL (MAN 1 Bantul) – Memasuki hari kedua Materi Pembelajaran Ramadhan 1447 H pada Rabu (4/3/2026), siswa kelas XI FD 7 MAN 1 Bantul menggelar simulasi praktik mandi wajib sebagai bagian dari pendalaman materi Fiqih. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang kelas dengan suasana yang interaktif dan penuh antusiasme.
Dengan dipandu guru pendamping, H. Choir Rosyidi, S. S., M. Pd. I., para siswa secara bergantian mempraktikkan tata cara mandi wajib sesuai kaidah ilmu Fiqih. Mulai dari niat, membasuh seluruh anggota tubuh tanpa terkecuali, hingga memastikan air merata ke seluruh bagian tubuh, dijelaskan dan diperagakan secara runtut.
Suasana kelas tampak hidup. Para siswa tidak hanya menyimak teori, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan seputar hal-hal yang sering menimbulkan keraguan dalam praktik sehari-hari. Melalui simulasi ini, siswa diharapkan semakin memahami pentingnya bersuci sebagai syarat sah ibadah, terutama dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.
Kepala MAN 1 Bantul, Hj. Mafrudah, S.Ag., M.PdI. menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan praktik tersebut. “Pembelajaran Ramadhan tidak cukup hanya dengan teori. Praktik seperti ini sangat penting agar siswa benar-benar memahami dan mampu mengamalkan ilmu yang dipelajari. Ini bagian dari penguatan karakter religius siswa,” tuturnya.
H. Choir Rosyidi, S.S ., M. Pd. I., selaku guru pendamping menjelaskan bahwa simulasi ini bertujuan meluruskan pemahaman siswa. “Masih ada beberapa kesalahpahaman di masyarakat terkait mandi wajib. Melalui praktik langsung, siswa bisa mengetahui rukun, sunnah, serta hal-hal yang membatalkan atau menyebabkan mandi wajib, sehingga ibadah mereka lebih sempurna,” jelasnya.
Salah satu siswa kelas XI FD 7, Vissya Aulya Rachmadani, mengaku senang dengan metode pembelajaran tersebut. “Biasanya kami hanya membaca dari buku. Dengan praktik seperti ini, kami jadi lebih paham dan tidak ragu lagi saat harus melaksanakan mandi wajib,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, MAN 1 Bantul terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga pada penguatan praktik keagamaan yang benar dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menyambut dan menjalani bulan suci Ramadhan. Ini sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi.” (chr).

