BANTUL (MAN 1 Bantul) – Memasuki hari ke-3 pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) (5/3/2026), suasana religius semakin terasa di lingkungan MAN 1 Bantul. Kegiatan salat Dhuha dan istighotsah yang rutin digelar sebelum ujian kini kian dihayati para siswa kelas XII sebagai kebutuhan spiritual sekaligus penguat mental.
Sejak pagi, para siswa tampak tertib menuju masjid untuk berwudu dan mempersiapkan diri mengikuti salat Dhuha Bersama-sama, dilanjutkan istighotsah. Pemandangan ini bukan lagi sekadar rutinitas, melainkan telah menjadi budaya religius yang tumbuh dan mengakar di madrasah.
Memasuki hari ketiga UM, para siswa mulai merasakan manfaat nyata dari ikhtiar spiritual tersebut. Salat Dhuha sebelum ujian dinilai mampu meningkatkan ketenangan hati, fokus, dan mental positif sehingga membantu mengurangi stres serta kecemasan saat menghadapi soal-soal ujian. Selain itu, ibadah ini menjadi sarana memohon kemudahan, kesuksesan, dan keberkahan ilmu yang telah dipelajari selama tiga tahun.
Kepala MAN 1 Bantul, Hj. Mafrudah, S. Ag., M. Pd. I., menyampaikan bahwa pembiasaan salat Dhuha dan istighotsah bukan hanya untuk kepentingan akademik semata, tetapi juga pembentukan karakter. “Ujian bukan sekadar mengukur kemampuan kognitif, tetapi juga kesiapan mental dan spiritual. Dengan salat Dhuha dan istighotsah, siswa belajar berserah diri setelah berikhtiar maksimal. Ini adalah pendidikan karakter yang sangat penting,” tuturnya.
Guru pendamping kegiatan, sekaligus Rois Istighotsah, H. Choir Rosyidi, S. S., M. Pd. I., menambahkan bahwa memasuki hari ketiga, suasana ibadah semakin khusyuk dan tertib. “Anak-anak terlihat lebih tenang dibanding hari pertama. Mereka sudah merasakan sendiri dampaknya. Sebelum masuk ruang ujian, wajah mereka tampak lebih siap dan percaya diri,” ungkapnya.
Salah satu siswa kelas XII FL 5, Diyah Ayu Kartika Dewi juga mengaku merasakan perubahan positif. “Awalnya saya tegang sekali di hari pertama. Tapi setelah rutin salat Dhuha dan ikut istighotsah, hati jadi lebih tenang. Saat mengerjakan soal, pikiran terasa lebih fokus dan tidak mudah panik,” ujarnya.
Selain memberikan ketenangan batin, kegiatan ini juga melatih kedisiplinan waktu. Para siswa belajar datang lebih awal, mempersiapkan diri dengan tertib, dan memulai hari dengan doa. Sinergi antara ikhtiar lahir dan batin ini diharapkan mampu mengantarkan siswa meraih hasil terbaik dalam Ujian Madrasah tahun ini.
Dengan memasuki hari ke-3 UM, tradisi religius di MAN 1 Bantul semakin menegaskan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kekuatan spiritual dan mental yang terbangun secara konsisten.Hal ini sejalan dengan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi.” (chr).

