Bantul — MAN 1 Bantul terus berupaya menumbuhkan budaya religius di lingkungan madrasah, salah satunya melalui pembiasaan shalat Dhuha bagi para siswa. Kegiatan ini sebenarnya telah menjadi bagian dari program pembinaan karakter di madrasah dan tidak hanya dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Namun, pada bulan Ramadhan tahun ini kegiatan tersebut dirancang secara lebih intensif untuk menumbuhkan kesadaran pribadi siswa dalam melaksanakan shalat Dhuha.
Setiap pagi, para siswa diarahkan untuk melaksanakan shalat Dhuha secara berjamaah maupun mandiri di Masjid Raudhotul Muttaqin MAN 1 Bantul. Guru dan pembimbing memberikan pendampingan sekaligus motivasi agar siswa memahami keutamaan shalat Dhuha sebagai salah satu amalan sunnah yang memiliki banyak keutamaan.
Berbeda dengan pendekatan yang bersifat formal, pada bulan Ramadhan ini madrasah lebih menekankan pada pembentukan kesadaran internal siswa. Dengan demikian, siswa diharapkan tidak sekadar menjalankan kegiatan karena kewajiban, tetapi karena kesadaran dan kebutuhan spiritual pribadi.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I, menyampaikan bahwa pembiasaan shalat Dhuha merupakan bagian dari upaya madrasah dalam membentuk karakter religius siswa.
“Shalat Dhuha sudah menjadi budaya di madrasah. Pada bulan Ramadhan ini kami mencoba menumbuhkan kesadaran pribadi siswa agar mereka melaksanakan shalat Dhuha bukan karena diarahkan, tetapi karena memahami nilai dan keutamaannya,” ujar Mafrudah.
Melalui program pembiasaan ini, MAN 1 Bantul berharap para siswa dapat membawa kebiasaan baik tersebut tidak hanya selama berada di madrasah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di luar lingkungan sekolah. Dengan demikian, shalat Dhuha dapat menjadi bagian dari praktik ibadah yang terus dijaga sebagai bentuk kedekatan kepada Allah SWT. (zm)

