Takziah MAN 1 Bantul: Menebar Empati dan Doa untuk Keluarga yang Berduka

BANTUL (MAN 1 Bantul) — Suasana duka menyelimuti keluarga besar MAN 1 Bantul atas berpulangnya ayahanda dari salah satu staf Tata Usaha, Bapak Surajiman. Sebagai bentuk empati dan rasa kekeluargaan yang erat, rombongan guru serta pegawai madrasah melaksanakan kegiatan takziah ke rumah duka pada Senin (9/3/2026).​

Kehadiran rombongan yang dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan madrasah ini disambut hangat oleh pihak keluarga. Dalam kesempatan tersebut, para guru dan pegawai memanjatkan doa bersama untuk almarhum serta memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan dan keikhlasan.

Kegiatan takziah ini rutin dilakukan sebagai bagian dari program kekeluargaan di MAN 1 Bantul. Melalui kegiatan ini, diharapkan beban psikologis yang dirasakan oleh anggota keluarga madrasah yang sedang tertimpa musibah dapat berkurang dengan adanya dukungan langsung dari rekan kerja.

​”Kami hadir di sini untuk memberikan penghormatan terakhir serta mendoakan almarhum. Selain itu, ini adalah bentuk solidaritas kami kepada Pak Surajiman sebagai bagian dari keluarga besar madrasah,” ujar haryono salah satu perwakilan guru di lokasi.

Kepala MAN 1 Bantul menyampaikan rasa bela sungkawa yang mendalam dan menegaskan bahwa aksi solidaritas ini merupakan implementasi nyata dari tagline madrasah, CADAS BERKELAS.​

“Takziah bukan sekadar kunjungan, melainkan perwujudan karakter Agamis dan kepedulian sosial yang menjadi jati diri warga madrasah yang CADAS BERKELAS,” ungkap Kepala Madrasah.

Keluarga besar MAN 1 Bantul mendoakan semoga almarhum ayahanda Bapak Surajiman husnul khatimah, diterima segala amal ibadahnya, dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan dalam menghadapi ujian ini. (ska)