Kajian Kitab Jawahirul-Adab Warnai Gebyar Pesantren Ramadan di MAN 1 Bantul

Bantul (MAN 1 Bantul) – Gebyar Pesantren Ramadan di MAN 1 Bantul pada Rabu–Kamis (11–12/3/2026) berlangsung semakin semarak dengan digelarnya kajian kitab Jawahirul-Adab. Kajian ini menjadi materi inti dalam rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan yang diikuti seluruh siswa putra kelas X dan XI dengan penuh antusias.
Kajian kitab Jawahirul-Adab dipilih sebagai upaya memberikan penguatan pendidikan karakter, khususnya dalam hal tata krama dan adab seorang pelajar. Berangkat dari keprihatinan terhadap mulai berkurangnya sikap santun di kalangan siswa, MAN 1 Bantul membuat gebrakan dengan menghadirkan kajian kitab klasik yang secara khusus membahas adab dan akhlak seorang pencari ilmu.
Kitab Jawahirul-Adab merupakan karya Syekh Allamah Abu Abdul Hamid Ahmad Nawawi Bulumanis, Juwana, Pati, Jawa Tengah, yang telah diterjemahkan oleh Kiai Mas’ud bin Abdurrahman. Kitab tersebut dibacakan secara tuntas oleh Ustadz H. Choir Rosyidi, S. S., M. Pd.I ., selaku guru Bahasa Arab MAN 1 Bantul. Dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami, serta diiringi lantunan syair yang merdu, suasana kajian terasa hidup dan mampu menarik perhatian para siswa yang mengikutinya.
Seluruh pelajaran dalam kitab Jawahirul-Adab disampaikan dalam bentuk nadhom atau bait-bait syair yang ringkas namun padat makna. Bait-bait tersebut berjumlah tiga puluh enam bait yang berisi berbagai tuntunan akhlak dan adab, ditambah satu bait penutup, sehingga keseluruhan berjumlah tiga puluh tujuh bait. Isi kitab menekankan bahwa adab dan akhlak merupakan unsur penting yang harus dimiliki oleh setiap murid dan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S. Ag., M. Pd. I., menyampaikan bahwa kajian kitab ini merupakan bagian dari ikhtiar madrasah dalam menguatkan pendidikan karakter siswa. “Kami melihat bahwa kecerdasan saja tidak cukup. Siswa harus memiliki adab yang baik. Melalui kajian Jawahirul-Adab ini kami berharap para siswa menemukan kembali nilai-nilai akhlak mulia yang mulai tergerus oleh perkembangan zaman,” ujarnya.
Ustadz H. Choir Rosyidi, S. S., M. Pd. I., selaku pemateri menjelaskan bahwa kitab ini sangat relevan untuk dipelajari oleh pelajar masa kini. “Kitab ini sederhana tetapi sangat dalam maknanya. Di dalamnya dijelaskan bagaimana seorang murid harus bersikap kepada guru, kepada teman, kepada ilmu, dan kepada masyarakat. Jika adab ini dijaga, maka ilmu akan menjadi berkah,” tuturnya.
Salah satu siswa peserta kajian, Muhammad Azka Zaian XI FD 2, mengaku senang dengan metode penyampaian yang menggunakan syair. “Kajian ini berbeda dari biasanya. Syairnya enak didengar dan mudah diingat. Kami jadi paham bahwa mencari ilmu itu tidak hanya belajar, tapi juga harus punya sopan santun,” ungkapnya.
Melalui kajian kitab Jawahirul-Adab dalam Gebyar Pesantren Ramadan ini, MAN 1 Bantul berharap para siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, sehingga mampu menjadi generasi yang berilmu, beradab, dan bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi.” (Chr).