Kisah Perjuangan Adhi Aksa Bayu, Siswa MAN 1 Bantul yang Lolos SNBP 2026 ke UIN Sunan Kalijaga

Bantul (MAN 1 Bantul)— Kisah inspiratif datang dari salah satu siswa MAN 1 Bantul, Adhi Aksa Bayu, yang berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Program Studi Pendidikan Fisika. Keberhasilan ini tidak diraih dengan mudah, melainkan melalui perjuangan dan doa yang panjang.

Bayu, sapaan akrabnya, dikenal sebagai siswa yang aktif dalam organisasi Palang Merah Remaja (PMR) di madrasah. Selain aktif berorganisasi, ia juga memiliki prestasi akademik yang baik, khususnya dalam mata pelajaran Fisika dan Matematika Lanjut (Lintas Minat), dengan predikat sangat baik.

Namun, di balik keberhasilannya, Bayu sempat menghadapi kendala serius dalam proses pendaftaran SNBP. Nilai rapornya selama dua semester tidak dapat terinput ke dalam sistem, sehingga membuatnya sempat tidak masuk dalam kategori siswa eligible. Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan berat di tengah harapan untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur SNBP.

Selama kurang lebih satu minggu awal, Bayu menjalani masa penuh kecemasan yang ia isi dengan doa dan ikhtiar. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk guru yang tergabung dalam Tim Sukses Studi Lanjut MAN 1 Bantul serta keluarga, menjadi kekuatan tersendiri baginya.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Permasalahan nilai berhasil diselesaikan dan Bayu dapat melanjutkan proses pendaftaran SNBP. Puncak kebahagiaan pun datang saat pengumuman pada Selasa (31/3/2026), ketika namanya dinyatakan lolos di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta jurusan Pendidikan Fisika.

Capaian ini juga mencerminkan implementasi nilai-nilai CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi) yang terus ditanamkan di MAN 1 Bantul. Nilai-nilai tersebut membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas hasil ini. Prosesnya tidak mudah, sempat ada kendala, tapi saya yakin setiap usaha dan doa tidak akan sia-sia. Terima kasih kepada guru dan keluarga yang terus mendukung,” ungkap Bayu.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S. Ag., M. Pd. I., turut mengapresiasi perjuangan Bayu.
“Perjalanan Bayu menjadi pelajaran berharga bahwa ketekunan, doa, dan kerja sama dapat mengatasi berbagai kendala. Ini adalah contoh nyata bahwa setiap siswa memiliki peluang untuk berhasil,” ujarnya.

Kisah Adhi Aksa Bayu menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi hambatan. Dengan semangat, doa, dan dukungan yang tepat, setiap tantangan dapat diubah menjadi keberhasilan yang membanggakan. (ad)