Bantul (MAN 1 Bantul) – Keberhasilan menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) impian melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) menjadi buah manis dari perjuangan panjang. Hal inilah yang dirasakan oleh Fachrida Affifah Yustanto, siswi kelas 12 FL 7 MAN 1 Bantul yang baru saja dinyatakan lolos di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Selasa (31/3/26).
Gadis yang akrab disapa Rida ini membuktikan bahwa konsistensi dan kerja keras adalah kunci utama. Perjalanannya tidaklah instan; sejak kelas 10, Rida sudah menanamkan ambisi kuat untuk melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi. Atas saran dari keluarga, ia mati-matian menjaga grafik nilai rapornya agar terus meningkat. “Aku berusaha banget meningkatkan nilai rapor. Kata Om, kalau mau jalur prestasi, nilai harus konsisten naik, setidaknya angka di belakang komanya yang bertambah,” ungkap Rida.
Meski kini berujung bahagia, Rida mengaku sempat berada di titik jenuh pada kelas 11. Masa itu menjadi tantangan terberat baginya karena harus membagi waktu antara akademik dan organisasi. Sebagai pengurus Humas & TI di OSIM MAN 1 Bantul, ia kerap merasa terkuras secara pikiran dan tenaga.
“Sempet ngerasa down banget karena nilai ada yang turun di kelas 11. Belum lagi kesibukan organisasi yang luar biasa. Masuk kelas 12, aku tambah porsi belajar dengan ikut les sampai pulang malam. Kadang iri lihat teman bisa langsung istirahat setelah sekolah, sampai sempat terpikir, ‘aku ngejar apa sih sampai segininya?'” kenangnya.
Salah satu faktor kuat yang membantunya lolos SNBP adalah rekam jejak prestasinya. Rida pernah meraih medali emas dalam olimpiade daring untuk mata pelajaran Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Prestasi inilah yang ia cantumkan sebagai nilai tambah dalam portofolio pendaftarannya di UNY.
Menutup ceritanya, gadis kelahiran 12 Februari 2008 ini menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada bapak dan ibu guru MAN 1 Bantul atas ilmu yang diberikan. Ia juga mempersembahkan keberhasilan ini untuk orang tuanya. Bagi Rida, tujuannya kini bukan sekadar karier, melainkan menjadi sosok yang sukses dunia dan akhirat.
“Air mata dan keringat itu akhirnya membuahkan hasil. Usaha memang tidak pernah mengkhianati hasil,” pungkasnya. (azm)

