BANTUL (MAN 1 Bantul) – Di tengah arus globalisasi dan gempuran informasi digital yang tak terbendung, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bantul mengambil langkah tegas untuk membentengi seluruh warga madrasah dari ancaman dekadensi moral. Upaya ini ditegaskan sebagai prioritas utama dalam membentuk karakter siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga beradab dan berakhlakul karimah.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MAN 1 Bantul, Luki Firdiantoro, S. Pd., saat menjadi Pembina pacara bendera Senin (6/4/2026) di halaman madrasah menyampaikan bahwa fenomena penurunan standar moral atau dekadensi moral di kalangan remaja saat ini sudah pada tahap yang mengkhawatirkan. Mulai dari lunturnya etika kesopanan, perundungan (bullying), hingga pengaruh konten negatif di media sosial menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan. “Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), tetapi yang jauh lebih utama adalah transfer nilai (transfer of value). Warga MAN 1 Bantul harus menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah madrasah dengan perilaku yang terpuji,” ujarnya dalam amanatnya.
Untuk menangkal pergeseran nilai tersebut, MAN 1 Bantul menerapkan beberapa langkah strategis yang melibatkan guru, tenaga pendidikan, serta siswa. Pertama, Penguatan Literasi Digital: Memberikan pemahaman kepada siswa agar bijak dalam menyaring informasi dan beretika dalam berkomunikasi di dunia maya. Kedua, Keteladanan Guru: Guru diposisikan sebagai role model (uswatun hasanah) yang memberikan contoh nyata dalam kedisiplinan dan tutur kata. Ketiga, Budaya 5S: Menggalakkan kembali budaya Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun dalam interaksi sehari-hari di lingkungan madrasah. Keempat, Integrasi Nilai Keagamaan: Memperkuat kegiatan ibadah bersama, seperti salat berjamaah dan kajian keagamaan, sebagai fondasi spiritual siswa.
Kepala Unit Keagamaan MAN 1 Bantul, Nor Cholis, S. Ag., M. S.I., menambahkan pentingnya sinergi antara madrasah dan orang tua murid. “Pihak madrasah juga menekankan bahwa penangkalan dekadensi moral tidak bisa dilakukan secara sepihak. Sinergi antara madrasah dan orang tua murid menjadi kunci utama. Pengawasan di luar jam madrasah diharapkan dapat selaras dengan pembinaan karakter yang dilakukan di dalam kelas.” tandasnya.
Dengan komitmen bersama ini, MAN 1 Bantul optimis dapat mencetak lulusan yang cerdas secara intelektual namun tetap rendah hati dan menjunjung tinggi nilai-nilai moralitas ketimuran serta nafas Islami. Hal ini sejalan dengan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr).

