Bantul (MAN 1 Bantul) – Setelah menjalani proses serah terima, Senin (6/4/2026) menjadi hari bersejarah bagi 2 siswa kelas Fase Dasar (kelas XI) program keterampilan otomotif MAN 1 Bantul. Mereka resmi memulai hari pertama pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) di AHASS Pakarti yang berlokasi di Donotirto, Kretek, Bantul.
Sejak pukul 07.30 WIB, dua siswa yang mengenakan seragam bengkel lengkap sudah tampak siap di lokasi. Mereka langsung disambut oleh pimpinan bengkel dan para mekanik senior yang akan menjadi pembimbing selama tiga bulan ke depan. Suasana sempat tegang bercampur semangat terlihat di wajah-wajah muda tersebut, karena untuk pertama kalinya mereka akan menghadapi pelanggan langsung dan menangani sepeda motor sungguhan di bengkel resmi.
Hari pertama tidak langsung diberikan tugas berat. Para siswa mendapatkan pengarahan teknis mengenai alur pelayanan bengkel, pengenalan peralatan standar AHASS, serta prosedur keselamatan kerja (K3) yang wajib dipatuhi. Setelah itu, mereka didampingi instruktur mulai melakukan tugas-tugas ringan seperti servis ringan, pengecekan oli, dan membersihkan komponen.
“Alhamdulillah, hari pertama ini saya deg-degan banget, tapi senang karena akhirnya bisa praktik langsung. Di madrasah sudah belajar teori dan praktik di dalam kelas, tetapi di sini berbeda karena langsung bertemu pelanggan. Saya bertekad untuk belajar sebaik-baiknya,” ujar salah satu siswa sambil membersihkan peralatan bengkel.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., saat dikonfirmasi secara terpisah menyampaikan rasa bangga sekaligus pesan khusus kepada para siswa. Mafrudah memantau langsung melalui koordinasi dengan guru pembimbing yang mendampingi di lokasi.
“Saya sangat bersyukur dan bangga melihat anak-anak kami akhirnya bisa melangkah ke dunia industri yang sesungguhnya. Ini adalah momen yang sangat penting dalam perjalanan pendidikan mereka. Saya titip pesan kepada dua siswa hebat yang sedang menjalani Prakerin di AHASS Pakarti: jadilah pribadi yang disiplin, rendah hati, dan jangan pernah malu untuk bertanya. Setiap tetes keringat di bengkel hari ini adalah investasi untuk masa depan yang gemilang. Jaga nama baik madrasah, dan buktikan bahwa siswa MAN 1 Bantul mampu bersaing,” ujar Mafrudah.
Mafrudah juga mengingatkan bahwa keberhasilan Prakerin tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga dari sikap profesional dan akhlak mulia selama berada di lingkungan kerja.
“Saya berpesan, jadilah mekanik yang jujur, amanah, dan ramah kepada pelanggan. Itulah ciri khas lulusan madrasah. Apabila ada kendala, jangan ragu untuk berkomunikasi dengan guru pembimbing dan pihak bengkel. Semoga tiga bulan ke depan membawa pengalaman dan ilmu yang bermanfaat,” tambah Mafrudah.
Lebih lanjut, Mafrudah menegaskan bahwa pelaksanaan Prakerin ini sejalan dengan tag line MAN 1 Bantul, yaitu CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi), yang menjadi landasan dalam membentuk lulusan yang profesional, berkarakter, dan siap kerja.
Sementara itu, instruktur lapangan dari AHASS Pakarti memberikan apresiasi terhadap antusiasme dan kedisiplinan para siswa di hari pertama. Menurut instruktur, kesiapan mental dan dasar ilmu yang diperoleh di madrasah sangat membantu proses adaptasi siswa.
“Mereka cukup siap. Secara teori dan dasar-dasar praktik sudah bagus. Tinggal dipoles lagi dengan standar bengkel resmi dan pengalaman menangani pelanggan. Kami optimis mereka akan berkembang pesat di sini,” ujar instruktur.
Dengan dimulainya Prakerin ini, para siswa akan menjalani kegiatan dari Senin hingga Sabtu setiap minggunya, dengan pendampingan dari guru produktif otomotif MAN 1 Bantul yang secara berkala mengunjungi lokasi. Program ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang siap kerja dan memiliki sertifikat kompetensi yang diakui industri. (faro)

