Bantul (MAN 1 Bantul) – Sebanyak 5 siswa Fase Dasar (kelas XI) program keterampilan otomotif MAN 1 Bantul resmi memulai babak baru dalam perjalanan pendidikan mereka. Dalam sebuah acara serah terima yang khidmat, para siswa tersebut secara simbolis diserahkan untuk mengikuti Praktik Kerja Industri (Prakerin) di AHASS Pakarti yang berlokasi di Donotirto, Kretek, Bantul, Senin (6/4/2026).
Acara yang berlangsung di ruang pertemuan AHASS Pakarti tersebut dihadiri oleh jajaran guru produktif MAN 1 Bantul, pimpinan bengkel, serta instruktur lapangan yang akan membimbing para siswa selama tiga bulan ke depan. Penyerahan Prakerin ini merupakan wujud nyata implementasi kurikulum Merdeka yang menekankan pada pengalaman belajar di dunia usaha dan dunia industri (DU/DI) bagi siswa.
Dalam sambutannya, perwakilan dari AHASS Pakarti menyampaikan apresiasi dan kesiapannya menerima siswa magang. “Kami sangat terbuka untuk menjadi mitra pendidikan. Anak-anak ini akan kami didik secara langsung di lapangan, mulai dari standar pelayanan bengkel resmi hingga penanganan keluhan pelanggan. Kami akan pastikan mereka mendapatkan ilmu yang aplikatif,” ujar Kepala Bengkel AHASS Pakarti.
Kelima siswa yang diserahkan merupakan peserta yang telah melalui serangkaian seleksi dan pembekalan intensif. Sebelum diberangkatkan, mereka telah menjalani program pemadatan materi di madrasah, termasuk praktik mendalam perawatan CVT, sistem engine, dan kelistrikan sepeda motor. Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa pemilihan AHASS Pakarti tidaklah sembarangan.
“Saya sengaja memilih AHASS Pakarti di Donotirto ini karena reputasinya yang sudah terpercaya dan lokasinya yang strategis bagi siswa yang berasal dari wilayah selatan Bantul. Kami ingin anak-anak kami tidak hanya menjadi teknisi yang hebat, tetapi juga memiliki etos kerja dan kedisiplinan yang sesuai dengan standar industri. Inilah saatnya mereka membuktikan bahwa siswa madrasah bisa bersaing dan memberikan kontribusi nyata di bengkel resmi,” tegas Mafrudah.
Mafrudah juga menitipkan pesan khusus kepada kelima siswa tersebut. Mafrudah berharap para siswa dapat menjaga nama baik almamater dan mengubah pola pikir dari pelajar menjadi pekerja profesional.
“Jadilah mekanik yang jujur, disiplin, dan ramah. Pelajari tidak hanya teknisi mesin, tetapi juga bagaimana berkomunikasi dengan pelanggan. Sertifikat dari AHASS nanti akan menjadi bekal berharga untuk masa depan kalian,” pesan Mafrudah.
Lebih lanjut, Mafrudah menegaskan bahwa pelaksanaan Prakerin ini sejalan dengan tag line MAN 1 Bantul, yaitu CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi), yang menjadi fondasi dalam membentuk lulusan yang unggul, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja.
Salah satu siswa yang mengikuti Prakerin mengaku deg-degan namun sangat bersemangat. “Setelah latihan di bengkel madrasah, kini saatnya praktik di bengkel sungguhan. Saya bertekad untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari para mekanik senior di sini. Saya ingin pulang dengan kompetensi yang mumpuni,” ujarnya dengan antusias.
Dengan dimulainya Prakerin ini, proses pembelajaran siswa otomotif MAN 1 Bantul akan berlangsung dalam dual system: 70 persen praktik kerja di industri dan 30 persen teori serta konsultasi di madrasah. Program ini dijadwalkan berlangsung hingga bulan Juli mendatang. (faro)

