Bantul (MAN 1 Bantul) — Dalam upaya meningkatkan pemahaman siswa terhadap Al-Qur’an, pembelajaran Ilmu Tafsir dengan materi Amtsal Al-Qur’an (perumpamaan dalam Al-Qur’an) menjadi salah satu metode yang dinilai efektif dan menarik. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan madrasah sebagai bagian dari penguatan keagamaan dengan literasi.
Zidda Mufida,S.Ag menjelaskan bahwa Amtsal Al-Qur’an mengandung banyak hikmah dan pelajaran hidup yang disampaikan melalui perumpamaan, sehingga memudahkan murid dalam memahami makna ayat secara lebih mendalam. Dalam proses pembelajaran, murid tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diajak untuk aktif mencatat poin-poin penting yang disampaikan.
“Dengan mencatat, siswa akan lebih mudah mengingat dan memahami materi. Ini bukan hanya tentang menulis, tetapi juga melatih fokus dan daya serap mereka,” ujar Zidda Mufida.
Para murid terlihat antusias mengikuti pelajaran. Mereka mencatat materi, contoh, hingga manfaat amtsal yang terdapat dalam Al-Qur’an serta penjelasan maknanya. Metode ini diharapkan dapat membantu siswa mengaitkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dengan kehidupan sehari-hari.
Selain itu, kegiatan mencatat juga dinilai mampu membangun kebiasaan belajar yang baik. Dengan catatan yang rapi dan terstruktur, murid dapat mengulang kembali materi di rumah sehingga ilmu yang diperoleh menjadi lebih melekat.
Pembelajaran ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa dalam bidang tafsir, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an khususnya Ilmu Tafsir serta membentuk karakter yang lebih baik melalui pemahaman nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. (zid)

