Bantul (MAN 1 Bantul) — Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., kembali mengikuti sesi lanjutan Sosialisasi Kantin Sehat Ramah Lingkungan yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Kamis (16/4/2026) di Ruang Rapat Adipura. Pada sesi kedua ini, materi difokuskan pada pengelolaan limbah kantin sekolah/madrasah dengan narasumber Risma dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam pemaparannya, Risma menjelaskan bahwa pengelolaan sampah di DIY mengacu pada hierarki pengelolaan sampah yang menitikberatkan pada upaya pembatasan dan daur ulang. Pembatasan dilakukan dengan mengurangi timbulan sampah sejak awal, salah satunya melalui kebiasaan membawa tumbler dan tempat makan sendiri. Sementara itu, sampah yang masih dihasilkan diarahkan untuk masuk ke sistem daur ulang, termasuk melalui pabrik pengolahan sampah.
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa limbah kantin terbagi menjadi tiga jenis utama, yaitu sampah organik, anorganik, dan residu. Sampah organik merupakan limbah yang mudah terurai secara alami, seperti sisa makanan dari kantin maupun program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sampah anorganik adalah limbah yang sulit terurai, seperti plastik dan kemasan. Adapun sampah residu merupakan jenis sampah yang tidak dapat didaur ulang dan memerlukan penanganan khusus.

Risma juga menekankan pentingnya pengelolaan limbah bernilai ekonomis, seperti minyak jelantah yang dapat dikumpulkan dan disalurkan ke pengepul untuk diolah menjadi biodiesel. Selain itu, melalui program bank sampah, limbah tertentu dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai guna, seperti sabun ramah lingkungan dan lilin aromaterapi.
Dalam upaya meminimalisir sampah, terdapat tiga langkah utama yang harus diterapkan oleh satuan pendidikan, yaitu mencegah timbulan sampah, memilah sampah sesuai jenisnya, serta mengolah sampah agar memiliki nilai guna. Pendekatan ini dinilai efektif dalam mengurangi beban lingkungan sekaligus membangun kesadaran ekologis warga sekolah.
Menanggapi materi tersebut, Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa pengelolaan limbah kantin merupakan bagian penting dari pendidikan karakter di madrasah.
“Pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi menjadi budaya bersama seluruh warga madrasah. Melalui edukasi ini, kami semakin mantap untuk mengintegrasikan pengelolaan limbah dalam aktivitas harian madrasah,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa langkah-langkah seperti pemilahan sampah, penguatan bank sampah, hingga pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai akan terus dikembangkan di MAN 1 Bantul.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen MAN 1 Bantul dalam mengusung tagline CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, Anti Diskriminasi), khususnya dalam menanamkan nilai cinta lingkungan dan karakter berkelanjutan kepada peserta didik.
Melalui pemahaman yang komprehensif terkait pengelolaan limbah kantin, MAN 1 Bantul diharapkan mampu menjadi madrasah percontohan dalam pengelolaan lingkungan yang inovatif, edukatif, dan berkelanjutan. (Maf)

