Bantul (MAN 1 Bantul) – MAN 1 Bantul bekerja sama dengan Puskesmas Bantul 2 menyelenggarakan kegiatan pemeriksaan kesehatan berkala sekaligus pelatihan First Aider bagi para siswa pada Rabu (15/4). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kondisi fisik siswa tetap prima selama masa pembelajaran serta membekali mereka dengan keterampilan dasar pertolongan pertama pada kecelakaan. Bertempat di aula madrasah, rangkaian acara ini diikuti dengan antusias oleh puluhan perwakilan siswa dari berbagai kelas.
Tim medis dari Puskesmas Bantul 2 melakukan serangkaian skrining kesehatan yang meliputi pemeriksaan mata, tensi darah, hingga konsultasi gizi. Pemeriksaan ini merupakan langkah preventif untuk mendeteksi dini potensi masalah kesehatan yang dapat mengganggu konsentrasi belajar siswa. Selain pemeriksaan fisik, pihak Puskesmas juga memberikan edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yang harus diterapkan di lingkungan sekolah maupun rumah.
Sesi yang paling menarik perhatian adalah pelatihan First Aider atau penolong pertama. Dalam sesi ini, petugas kesehatan memberikan simulasi langsung mengenai penanganan luka ringan, teknik pembidaian sederhana, hingga cara menangani siswa yang pingsan saat upacara. Siswa diajarkan untuk tetap tenang dan melakukan tindakan medis dasar secara tepat sebelum bantuan medis profesional tiba di lokasi, sehingga risiko cedera lebih lanjut dapat diminimalisir.
Kepala MAN 1 Bantul, Ibu Hj. Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang terjalin dengan pihak kesehatan. Beliau menyampaikan bahwa sinergi ini sangat krusial bagi ketahanan sekolah. “Kami sangat berterima kasih kepada Puskesmas Bantul 2 atas perhatiannya. Dengan pemeriksaan ini, kita bisa memantau kondisi siswa secara akurat, dan melalui pelatihan First Aider, siswa kita kini memiliki kesiapsiagaan mental dan fisik untuk menolong sesama di situasi darurat,” ujar Ibu Hj. Mafrudah.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada seremoni belaka, namun mampu mencetak agen kesehatan di kalangan siswa. Dengan bekal pengetahuan yang didapat, para siswa yang telah dilatih diharapkan dapat menjadi motor penggerak bagi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dalam menciptakan lingkungan madrasah yang sehat dan aman. Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat secara simbolis dan foto bersama antara pihak puskesmas, guru, serta para siswa peserta pelatihan. (gyt)

