BANTUL (MAN 1 Bantul)– Suasana khidmat menyelimuti lapangan utama MAN 1 Bantul pada Senin pagi (20/4/2026). Seluruh siswa, guru, dan pegawai mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April. Peringatan tahun ini mengusung semangat besar: “Menyongsong Pendidikan Berbasis Kesetaraan.”
Bertindak sebagai pembina upacara, Staf Kurikulum MAN 1 Bantul, Dwi Astuti, S.Pd., dalam amanatnya menekankan pentingnya menghidupkan kembali pemikiran visioner Raden Ajeng Kartini di era modern. “Kartini meyakini bahwa pendidikan adalah kunci untuk membebaskan perempuan dari keterbelakangan dan ketidakadilan. Momentum ini adalah pengingat bagi kita semua di MAN 1 Bantul bahwa setiap individu, tanpa memandang gender, memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mereguk ilmu pengetahuan setinggi-tingginya,” ujar Dwi Astuti di hadapan ratusan peserta upacara.
Semangat kesetaraan ini mendapat respon positif dari seluruh elemen madrasah. Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S. Ag., M. Pd. I., menyatakan bahwa madrasah berkomitmen menyediakan ekosistem belajar yang inklusif. “Kami memastikan tidak ada sekat bagi siswa laki-laki maupun perempuan dalam mengejar prestasi. Baik di bidang sains, riset, keterampilan, maupun keagamaan. Semua memiliki akses fasilitas dan pendampingan yang setara. Semangat Kartini adalah ruh bagi kurikulum kami yang menghargai potensi setiap insan.” katanya dengan berapi-api.
Guru Ekonomi, Siti Syurifah NF, S.E. menambahkan bahwa pendidikan kesetaraan harus dimulai dari cara pandang di dalam kelas. “Sebagai pengajar, tugas kami adalah menghapus stereotip. Tidak ada mata pelajaran yang hanya dominan untuk satu gender saja. Di MAN 1 Bantul, kami mendorong siswi untuk berani tampil memimpin, sebagaimana para siswa juga dididik untuk memiliki empati dan kerja sama yang tinggi.” tandasnya.
Perwakilan siswa, yang juga aktif dalam organisasi kesiswaan, Rizquna Maulida, kelas XI FD 1, merasa terinspirasi oleh sosok Raden Ajeng Kartini. “Bagi kami, Hari Kartini bukan sekadar peringatan seremonial. Ini adalah motivasi bahwa perempuan bisa menjadi inovator dan pemimpin. Kami merasa didukung di sini untuk berani bermimpi besar dan membuktikan bahwa kecerdasan tidak ditentukan oleh gender, tapi oleh kerja keras.” jelasnya.
Upacara ditutup dengan doa bersama, merefleksikan harapan agar semangat literasi dan kemandirian yang diperjuangkan Kartini tetap abadi dalam setiap langkah pendidikan di MAN 1 Bantul. Dengan pendidikan yang setara, madrasah ini optimistis mampu melahirkan generasi emas yang berkarakter dan berdaya saing global. Hal ini sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS “Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi.” (chr).

