Semangat Literasi Muda, Siswa Kelas X E-1 MAN 1 Bantul Dapat Pendampingan Intensif Menuju FLS3N

Bantul (MAN 1 Bantul) – Dalam upaya menumbuhkan budaya literasi dan mengembangkan potensi siswa di bidang kepenulisan, MAN 1 Bantul memberikan pendampingan khusus kepada Nayla Chamalatus Sa’adah, siswa kelas X E-1 yang akan mengikuti lomba menulis cerpen dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Bantul. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen madrasah dalam mendukung bakat dan minat siswa di bidang sastra.

Pendampingan dilaksanakan secara bertahap dan terstruktur, dimulai dari pengenalan teknik dasar menulis cerpen, pengembangan ide, hingga tahap penyuntingan karya. Para siswa dibimbing langsung oleh Nur Khasanah, guru Bahasa Indonesia. Dalam sesi pendampingan, siswa diajak memahami unsur intrinsik cerpen seperti tema, alur, tokoh, latar, serta gaya bahasa yang menarik.

Nur Khasanah menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada lomba, tetapi juga bertujuan membangun kepercayaan diri siswa dalam mengekspresikan gagasan melalui tulisan. ”Kami ingin siswa mampu menuangkan ide-ide kreatif mereka dengan baik, sekaligus membentuk karakter kritis dan imajinatif,” ujar Nur Khasanah.

Antusiasme Nayla terlihat jelas dalam setiap sesi pendampingan mulai dari berdiskusi, memberikan masukan, dan terus memperbaiki karya yang dibuat. Tema umum lomba menulis cerpen ”Berkarya dari Nusantara, Menyapa Dunia” dengan memilih subtema Suara Nusantara. Nayla menulis cerita pendek dengan judul ”Deritan Kayu yang Melambai” yang telah dikirim pada hari Jumat, (17/4/2026). Saat pelaksanaan lomba FLS3N dilaksanakan pada hari Rabu, (22/4/2026) pukul 08.00 WIB sampai selesai di SMA N 1 Pundong, setiap peserta lomba menulis cerpen mendapat nomor undian untuk wawancara yang berlangsung selama 5-10 menit.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Ia berharap siswa tidak hanya berprestasi dalam ajang FLS3N, tetapi juga mampu menjadikan menulis sebagai bagian dari budaya literasi sehari-hari. ”Kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kreatif dan produktif dalam berkarya,” tutur Mafrudah.

Melalui pendampingan ini, diharapkan siswa kelas X MAN 1 Bantul dapat tampil maksimal dalam lomba FLS3N serta membawa nama baik madrasah di tingkat yang lebih tinggi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang gemar menulis dan mencintai dunia sastra. . Hal tersebut sejalan dengan semangat madrasah CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, Anti Diskriminasi. (nk)