Bantul (MAN 1 Bantul) — Program Adiwiyata kembali menjadi perhatian di lingkungan madrasah sebagai upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Di Bantul, nilai-nilai Adiwiyata ditekankan bukan hanya sebagai ajang meraih penghargaan, tetapi sebagai perilaku nyata yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Program yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini mendorong madrasah untuk membangun budaya ramah lingkungan, seperti menjaga kebersihan, mengelola sampah, dan menghemat penggunaan energi.
Salah satu guru menyampaikan bahwa predikat Adiwiyata tidak akan berarti tanpa adanya perubahan sikap dari seluruh warga madrasah. “Yang terpenting bukan labelnya, tetapi bagaimana siswa dan guru membiasakan perilaku peduli lingkungan setiap hari terutama dalam hal kebersihan sadar diri membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya.
Para siswa juga dilibatkan aktif dalam berbagai kegiatan, seperti kerja bakti, penanaman tanaman, dan pengelolaan sampah berbasis daur ulang. Hal ini diharapkan dapat membentuk karakter generasi muda yang bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
Program Adiwiyata kembali ditegaskan sebagai gerakan yang menekankan perubahan perilaku, bukan sekadar slogan semata. Di lingkungan madrasah di Bantul, nilai-nilai Adiwiyata terus ditanamkan agar menjadi kebiasaan sehari-hari bagi seluruh warga madrasah.
Melalui penerapan nilai-nilai tersebut, madrasah di Bantul berkomitmen menjadikan Adiwiyata sebagai budaya hidup, bukan sekadar pengakuan semata. (Mkn)

