Bantul (MAN 1 Bantul) — Suasana berbeda tampak dalam Prosesi Penyerahan Kembali Murid Kelas XII/Fase FL MAN 1 Bantul Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar di Warung Omah Sawah pada Senin (11/5/2026). Untuk pertama kalinya, acara wisuda dan penyerahan kembali siswa di MAN 1 Bantul dipandu oleh empat pembawa acara dengan bahasa berbeda, yakni bahasa Indonesia, Inggris, Jawa, dan Arab. Inovasi tersebut menjadi daya tarik tersendiri sekaligus menunjukkan kemampuan multibahasa para siswa MAN 1 Bantul.
Empat pewara yang bertugas dalam acara tersebut adalah Alfian Dimas Krihantoro dari kelas FD 3 sebagai pewara bahasa Indonesia, Ahmad Rafii Pratama dari kelas E 2 sebagai pewara bahasa Inggris, Desinta Luthfi Nadhifa dari kelas FD 1 sebagai pewara bahasa Jawa, dan Nahya Laisa Azali dari kelas E 1 sebagai pewara bahasa Arab. Keempat siswa tersebut tampil percaya diri saat membawakan rangkaian acara mulai dari pembukaan, pengantar sambutan, hingga penutupan kegiatan. Penampilan mereka pun mendapat tepuk tangan meriah dari tamu undangan dan wali murid yang hadir.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, mengungkapkan rasa bangga atas kreativitas dan kemampuan siswa dalam membawakan acara menggunakan empat bahasa sekaligus. Menurutnya, penggunaan empat bahasa dalam prosesi penyerahan kembali siswa menjadi simbol bahwa MAN 1 Bantul tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga dalam keterampilan komunikasi, budaya, dan religiusitas. Ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi ciri khas dan motivasi bagi siswa untuk terus mengembangkan kemampuan diri di berbagai bidang.
Pelaksanaan acara berlangsung dengan khidmat, lancar, dan penuh makna. Penggunaan empat bahasa dinilai mampu menciptakan suasana yang lebih menarik sekaligus memperlihatkan karakter siswa MAN 1 Bantul yang berwawasan global tanpa meninggalkan budaya dan nilai religius. Melalui kegiatan tersebut, MAN 1 Bantul kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan multitalenta. (azm)

