BANTUL (MAN 1 Bantul) – Pelaksanaan upacara bendera hari Senin (18/5/2026) di lapangan utama MAN 1 Bantul berlangsung tertib dan khidmat. Kegiatan yang diikuti seluruh civitas akademika tersebut membawa pesan penting mengenai pengelolaan waktu belajar secara efektif di tengah banyaknya hari libur nasional selama bulan Mei.

Bertindak sebagai pembina upacara, Lina Mutiasih, M.Pd., menyampaikan amanat mengenai pentingnya menjaga ritme belajar agar tidak menurun selama masa libur panjang. Ia mengajak para siswa untuk mampu membagi waktu secara seimbang antara belajar, beristirahat, dan mengembangkan keterampilan diri.

“Libur panjang di bulan Mei jangan sampai membuat semangat belajar ikut libur. Terapkan strategi belajar yang cerdas, seperti menyusun target harian, mengevaluasi materi sebelumnya, memperdalam keterampilan baru, serta menggunakan metode belajar interval seperti Pomodoro. Hal ini penting untuk menjaga ritme akademik tetap aktif,” ujar Lina Mutiasih dalam amanatnya.

Metode Pomodoro yang diperkenalkan dalam upacara tersebut merupakan teknik manajemen waktu berbasis interval. Siswa diajak untuk belajar atau mengerjakan tugas dengan fokus penuh selama 25 menit, kemudian beristirahat selama 5 menit sebelum melanjutkan sesi berikutnya. Pola ini dinilai efektif untuk menjaga konsentrasi sekaligus mengurangi kejenuhan saat belajar mandiri di rumah.

Arahan tersebut mendapat dukungan dari berbagai unsur civitas akademika MAN 1 Bantul. Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi penyampaian materi yang dinilai relevan dengan kondisi siswa saat ini.

“Kami sangat mengapresiasi amanat yang disampaikan pada upacara hari ini. Di tengah banyaknya hari libur nasional, tantangan terbesar siswa adalah menjaga konsistensi belajar. Dengan metode Pomodoro, kami berharap siswa tetap dapat menikmati waktu libur tanpa melupakan tanggung jawab akademiknya,” ujarnya.

Guru Bahasa Indonesia MAN 1 Bantul, Azmiati Lathifah, S.S., juga mendukung penerapan metode tersebut dalam kegiatan belajar siswa. “Metode interval seperti Pomodoro sangat aplikatif bagi siswa saat ini. Belajar tidak harus dilakukan berjam-jam hingga menimbulkan stres. Yang terpenting adalah konsistensi dan kualitas fokus saat belajar. Kami para guru juga akan terus membimbing siswa agar strategi ini benar-benar diterapkan secara efektif,” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Tata Usaha MAN 1 Bantul, Martiningsih, S.Pd.I., menyampaikan dukungannya terhadap berbagai program yang menunjang efektivitas belajar siswa.

“Ketertiban pelaksanaan upacara hari ini menunjukkan kedisiplinan yang baik dari seluruh warga madrasah. Kami dari unsur administrasi siap mendukung berbagai program madrasah yang membantu peningkatan kualitas belajar siswa, termasuk penyediaan fasilitas yang nyaman dan kondusif,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu siswa kelas X E7, Aulia Arshelly, mengaku tertarik mencoba metode Pomodoro selama liburan. “Biasanya saat libur panjang kami sering kesulitan mengatur waktu dan terlalu lama bermain gadget. Penjelasan Bu Lina tentang metode Pomodoro tadi sangat membantu karena belajar terasa lebih ringan dan tidak membosankan. Saya ingin mencoba menerapkannya di rumah,” katanya.

Melalui momentum upacara ini, MAN 1 Bantul kembali menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya memberikan pendidikan formal, tetapi juga membekali siswa dengan kecakapan hidup (life skills), khususnya dalam mengelola waktu secara produktif dan mandiri. Kegiatan ini sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang terus disosialisasikan, yaitu CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr)