Cegah Perilaku Menyimpang Remaja, MAN 1 Bantul Perkuat Kemitraan dengan POT

BANTUL (MAN 1 Bantul) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bantul terus berkomitmen membentengi peserta didik dari potensi perilaku menyimpang di era modern. Sebagai institusi pendidikan, MAN 1 Bantul memperkuat hubungan kemitraan dengan Paguyuban Orang Tua (POT) sebagai bentuk kolaborasi strategis untuk menyelaraskan pola pendidikan di madrasah dan di rumah. Sinergi ini dinilai penting guna memastikan tumbuh kembang, pembentukan karakter, dan prestasi belajar siswa berjalan secara optimal.

Hal tersebut disampaikan oleh narasumber, H. Armen Siregar, S.H.I., M.H.I., dalam pertemuan POT yang berlangsung di Masjid Roudhotul Muttaqin MAN 1 Bantul pada Minggu pagi (24/5/2026).

Dalam paparannya, Armen menjelaskan tiga tujuan utama kemitraan strategis antara madrasah dan orang tua. Pertama, kesinambungan belajar, yaitu menghubungkan materi pembelajaran di kelas agar dapat diperkuat dan dipraktikkan kembali di lingkungan keluarga. Kedua, pemenuhan layanan esensial, yakni memastikan kebutuhan kesehatan, gizi, keamanan, dan kesejahteraan anak terpenuhi dengan baik di luar jam sekolah. Ketiga, pencegahan perilaku menyimpang, melalui upaya antisipasi dan respons cepat terhadap berbagai bentuk kenakalan remaja maupun kekerasan pada anak.

Menanggapi arahan tersebut, berbagai unsur madrasah dan perwakilan wali murid menyampaikan respons positif serta kesiapan untuk mempererat sinergi.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd., menyatakan bahwa madrasah tidak dapat berjalan sendiri dalam membentuk generasi yang berakhlakul karimah.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran dan komitmen luar biasa dari pengurus maupun anggota POT. Madrasah hanya mendampingi anak selama beberapa jam di sekolah, sedangkan selebihnya berada di lingkungan keluarga dan masyarakat. Melalui wadah POT ini, kita dapat menyamakan visi dan langkah. Jika di madrasah ditanamkan kedisiplinan dan nilai-nilai agama, maka di rumah juga perlu diperkuat agar tidak ada celah bagi anak untuk terjerumus ke arah negatif,” ujarnya.

Guru Bimbingan dan Konseling (BK) MAN 1 Bantul, Candra Ade Pertiwi, S.Kom.I., juga menyambut baik penguatan kolaborasi tersebut. Menurutnya, komunikasi dua arah antara guru dan orang tua sangat membantu dalam mendeteksi perubahan perilaku siswa sejak dini.

“Sering kali perubahan perilaku anak dimulai dari hal-hal kecil, seperti menurunnya konsentrasi belajar atau mulai sering terlambat. Dengan adanya kemitraan yang kuat melalui POT, kami sebagai guru dapat langsung berkoordinasi dengan orang tua tanpa ada sekat. Kami bisa saling melakukan cross-check kondisi anak demi memberikan penanganan terbaik sebelum mengarah pada perilaku menyimpang seperti klitih maupun kenakalan remaja lainnya,” jelas Ade.

Sementara itu, salah satu wali murid yang hadir mengungkapkan rasa lega dengan adanya ruang diskusi yang disediakan madrasah. Ia mengakui bahwa tantangan mendidik anak pada era sekarang semakin kompleks, terutama karena pengaruh media sosial.

“Jujur, sebagai orang tua kami terkadang merasa cemas dengan pergaulan remaja saat ini. Namun setelah mendengar paparan tadi dan melihat komitmen dari MAN 1 Bantul, kami merasa sangat terbantu. Kami siap mendukung program madrasah dan akan lebih meningkatkan pengawasan di rumah, khususnya terkait penggunaan gawai dan aktivitas anak di waktu luang. Kemitraan ini membuat kami merasa tidak berjuang sendirian,” ungkapnya penuh optimisme.

Pertemuan yang dihadiri ratusan wali murid tersebut diakhiri dengan sesi dialog interaktif dan penyusunan agenda bersama antara pengurus POT dan pihak manajemen MAN 1 Bantul untuk mendukung proses pendidikan ke depan. Kegiatan ini sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul, yaitu CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr)