Bantul (MAN 1 Bantul) – Tim Teknologi Informasi (TI) MAN 1 Bantul memberikan kesempatan simulasi mandiri Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) Tahun Ajaran 2025/2026 bagi siswa kelas X dan XI yang belum mengikuti simulasi utama yang telah dilaksanakan pada Senin (25/5/2026). Simulasi mandiri ini bertujuan untuk memastikan kesiapan perangkat yang akan digunakan siswa selama pelaksanaan asesmen berbasis aplikasi Jogja Madrasah Digital (JMD).
Melalui informasi yang disampaikan kepada wali kelas, Tim TI mengingatkan bahwa siswa yang belum mengikuti simulasi, termasuk siswa yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL), diberikan kesempatan terakhir untuk melakukan simulasi melalui aplikasi JMD hingga pukul 21.00 WIB pada hari yang sama.
Tim TI yang terdiri atas Siti Maryam, S.Pd., dan Yustika Nurbaiti, M.Pd., menegaskan bahwa simulasi merupakan tahap penting untuk mendeteksi berbagai kendala teknis pada perangkat siswa sebelum pelaksanaan ASAT. Oleh karena itu, siswa yang tidak mengikuti simulasi akan bertanggung jawab secara mandiri apabila pada saat ujian berlangsung ditemukan kendala pada perangkat yang digunakan.
Selain itu, Tim TI juga menyampaikan bahwa selama pelaksanaan ASAT tidak disediakan laboratorium komputer sebagai fasilitas ujian cadangan. Madrasah juga tidak menyediakan layanan Wi-Fi maupun tethering untuk mendukung akses internet peserta selama ujian berlangsung. Kebijakan tersebut diambil untuk mendorong kesiapan siswa dalam mempersiapkan perangkat dan kebutuhan teknis masing-masing sebelum hari pelaksanaan.
Apabila pada hari pelaksanaan ASAT terjadi kendala teknis pada perangkat, siswa dapat melapor ke Ruang TI untuk mendapatkan pendampingan. Namun demikian, layanan tersebut hanya diberikan kepada siswa yang mengalami gangguan teknis perangkat, bukan karena kehabisan kuota internet. Siswa yang mengajukan bantuan juga diwajibkan mengenakan seragam yang rapi, bersepatu, serta membawa kartu ujian.
Tim TI berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan simulasi mandiri dengan sebaik-baiknya sehingga pelaksanaan ASAT dapat berjalan lancar tanpa hambatan teknis yang berarti. Siswa yang mengalami kendala selama proses simulasi maupun pelaksanaan ujian dapat menghubungi Siti Maryam, S.Pd., atau Yustika Nurbaiti, M.Pd. untuk memperoleh pendampingan lebih lanjut.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa simulasi ASAT merupakan bagian penting dari persiapan asesmen berbasis digital. Menurutnya, kesiapan perangkat menjadi tanggung jawab bersama agar pelaksanaan ujian dapat berlangsung lancar dan tertib.
“Kami berharap seluruh siswa mengikuti simulasi dengan sungguh-sungguh karena kegiatan ini dirancang untuk mengidentifikasi berbagai kendala teknis sebelum ujian berlangsung. Dengan persiapan yang baik, siswa dapat mengikuti ASAT dengan lebih tenang dan fokus pada pengerjaan soal. Kedisiplinan dalam mengikuti simulasi juga menjadi bagian dari pembelajaran tanggung jawab yang harus dimiliki setiap peserta didik,” tutur Mafrudah.
Melalui langkah antisipatif ini, MAN 1 Bantul terus berupaya memastikan pelaksanaan asesmen berbasis digital berlangsung tertib, efektif, dan optimal. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam mengembangkan layanan pendidikan yang adaptif terhadap teknologi sesuai semangat CADAS Berkelas. (Mry)

