Kepala MAN 1 Bantul Hadiri Raker KKMA Kabupaten Bantul, Bahas Penguatan Outcome Madrasah

Bantul (MAN 1 Bantul) – Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menghadiri kegiatan Rapat Kerja (Raker) Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Kabupaten Bantul yang diselenggarakan pada Selasa (9/6/2026) di RM Pondok Rejeki, Jetis, Bantul. Kegiatan ini diikuti oleh kepala Madrasah Aliyah negeri dan swasta se-Kabupaten Bantul sebagai forum koordinasi dan penyusunan program kerja bersama.

Raker KKMA Kabupaten Bantul dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul yang dalam arahannya menekankan pentingnya penguatan mutu pendidikan madrasah melalui perhatian yang tidak hanya berfokus pada output, tetapi juga outcome peserta didik.

Menurutnya, tantangan Madrasah Aliyah saat ini semakin kompleks karena masyarakat tidak lagi hanya menilai hasil pembelajaran selama di madrasah, tetapi juga melihat keberlanjutan lulusan setelah menyelesaikan pendidikan. Oleh karena itu, madrasah perlu memiliki strategi yang tepat untuk memastikan outcome lulusan dapat terukur dan sesuai dengan harapan masyarakat.

“Kita harus memikirkan secara serius ke mana lulusan akan melanjutkan pendidikan atau bekerja. Masyarakat akan melihat keberhasilan madrasah dari keberhasilan alumninya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa keberhasilan madrasah harus dibangun melalui sinergi yang utuh antara input, proses, output, dan outcome. Seluruh komponen tersebut harus direncanakan dan dikelola secara berkesinambungan agar menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing.

Selain itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bantul, Muntolib, S.Ag., M.S.I. juga mendorong madrasah untuk melakukan studi tiru ke madrasah lain yang telah berhasil mengembangkan program unggulan sesuai dengan branding dan kebutuhan masing-masing lembaga. Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya memperkaya inovasi dan mempercepat peningkatan mutu madrasah.

Dalam arahannya, Muntolib, S.Ag., M.S.I. juga mengingatkan para kepala madrasah agar memastikan proses pembelajaran berjalan optimal. Kelas yang kosong tanpa kehadiran guru harus segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

“Jangan sampai ada kelas yang kosong tanpa penanganan. Minimal petugas piket harus hadir untuk mengisi dan memastikan kegiatan belajar tetap berjalan,” tegasnya.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah pentingnya pemetaan minat dan rencana masa depan peserta didik sejak dini. Madrasah diharapkan memiliki data yang jelas mengenai pilihan peserta didik setelah lulus, baik yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja. Dengan pemetaan tersebut, madrasah dapat memberikan pendampingan yang lebih terarah sesuai potensi dan cita-cita peserta didik.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyambut baik berbagai arahan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, penguatan outcome lulusan menjadi salah satu fokus penting yang terus dikembangkan MAN 1 Bantul melalui berbagai program pendampingan akademik, pengembangan keterampilan, serta layanan bimbingan karier.

“Berbagai arahan yang disampaikan menjadi bahan evaluasi dan motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. MAN 1 Bantul berkomitmen mempersiapkan peserta didik tidak hanya berhasil selama belajar di madrasah, tetapi juga sukses melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik sesuai semangat CADAS Berkelas,” ujar Mafrudah.

Melalui kegiatan Raker KKMA Kabupaten Bantul ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antar-Madrasah Aliyah di Kabupaten Bantul dalam meningkatkan mutu pendidikan serta menghasilkan lulusan yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Maf)