Disela Kesibukan PKL, Siswa Otomotif MAN 1 Bantul Kembali ke Madrasah Ikuti ASAT 2026

Bantul (MAN 1 Bantul)– Di tengah kesibukan menjalani Praktik Kerja Industri (Prakerin) di sejumlah bengkel mitra, puluhan siswa kelas XI program keterampilan otomotif MAN 1 Bantul tetap bersemangat mengikuti Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) 2026. Mereka secara khusus diizinkan meninggalkan lokasi magang untuk mengikuti ujian akhir tahun yang digelar di madrasah, Selasa (9/6/2026).

Sebanyak 32 siswa yang tersebar di berbagai bengkel, termasuk AHASS Pakarti Donotirto dan beberapa bengkel umum lainnya, tampak hadir sejak pagi hari. Meskipun baru saja selesai shift pagi di bengkel, mereka tetap bersemangat mengikuti ujian ASAT. Wajah-wajah lelah tapi penuh tekad terlihat saat mereka duduk rapi di ruang ujian.

Bagi para siswa yang sedang magang, ASAT menjadi tantangan tersendiri. Selain harus membagi waktu antara pekerjaan di bengkel dan belajar, mereka juga harus bolak-balik dari lokasi magang ke madrasah yang jaraknya cukup jauh. Namun, semangat tinggi dan dukungan dari pihak madrasah serta tempat magang membuat semua berjalan lancar.

“Saya tadi pagi masih di madrasah untuk mengerjakan ASAT sampai jam 12, lalu langsung ganti baju dan bergegas ke bengkel untuk melaksanakan prakerin. Lumayan melelahkan, tapi saya tidak mau ketinggalan kompetensi. Untungnya pihak bengkel mendukung dan memberi izin. Saya sudah belajar semalam setelah pulang magang,” ujar salah satu siswa yang sedang menjalani prakerin di AHASS Pakarti.

Siswa lainnya mengaku bersyukur madrasah memberikan jadwal khusus bagi siswa magang. “Kami tidak harus mengikuti semua rangkaian ASAT seperti siswa reguler, tapi dijadwalkan di hari-hari tertentu. Jadi tetap bisa fokus magang sekaligus ujian. Terima kasih Bu Kepala dan guru-guru yang sudah memikirkan kami,” ungkapnya.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I, saat memantau jalannya ASAT menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada para siswa magang. Ia tampak menyapa satu per satu siswa yang baru datang dengan seragam bengkel masih menempel di tubuh mereka.

“Saya sangat bangga dan terharu melihat anak-anak kita yang sedang magang tetap memiliki komitmen tinggi untuk mengikuti ASAT. Mereka datang dengan seragam bengkel, wajah lelah tapi semangatnya tidak surut sedikit pun. Ini adalah bukti bahwa mereka memiliki tanggung jawab dan kedisiplinan yang luar biasa. Saya sengaja memberi kebijakan khusus bagi siswa yang sedang prakerin untuk tetap bisa mengikuti ASAT dengan jadwal yang fleksibel, karena nilai ASAT ini penting untuk kenaikan kelas mereka ke kelas XII. Saya berterima kasih kepada pihak bengkel mitra yang telah mengizinkan siswa-siswi kami cuti ujian. Semoga hasil ASAT mereka memuaskan dan pengalaman magang mereka semakin mengasah keterampilan, ” ujar Mafrudah dengan nada haru.

Mafrudah juga berpesan kepada para siswa magang agar tetap menjaga kesehatan di tengah padatnya jadwal. “Jangan lupa istirahat yang cukup dan makan teratur. Kalian adalah generasi hebat yang mampu menyeimbangkan antara dunia industri dan akademik. Teruslah berjuang, anak-anakku,” pesannya.

Sementara itu, guru produktif otomotif menjelaskan bahwa untuk siswa magang, pihak madrasah telah berkoordinasi dengan pimpinan bengkel terkait jadwal ASAT. Beberapa mata pelajaran yang diujikan mencakup teori mata pelajaran umum.

“Kami memberikan kemudahan bagi siswa magang dengan menjadwalkan ujian mereka di hari-hari tertentu saja, tidak setiap hari seperti siswa reguler. Selain itu, materi ujian juga tetap mengacu pada kurikulum yang sama. Koordinasi dengan pihak bengkel sangat baik, mereka mendukung penuh program pendidikan ini,” jelasnya.

Dengan kebijakan ini, para siswa magang tidak perlu khawatir kehilangan kesempatan mengikuti ujian akhir tahun. ASAT akan berlangsung selama satu pekan, dengan jadwal khusus bagi siswa magang yang telah disepakati bersama antara madrasah, siswa, dan pihak bengkel tempat mereka magang.(Fa_Ro)