BANTUL (MAN 1 Bantul) – Dalam rangka memastikan semua keputusan bersifat adil, objektif, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada siswa dan wali murid, MAN 1 Bantul menggelar Rapat Pleno Kenaikan Kelas Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan krusial ini berlangsung dengan khidmat di aula madrasah pada Selasa (23/6/2026) dan dihadiri oleh seluruh jajaran guru serta staf terkait.
Rapat pleno ini tidak sekadar menjadi rutinitas akhir tahun, melainkan berfungsi sebagai wadah evaluasi komprehensif. Setiap siswa dinilai secara menyeluruh dari berbagai aspek, tidak hanya bertumpu pada nilai akademik atau rapor semata. Kedisiplinan, tingkat kehadiran (absensi), hingga sikap dan perilaku (karakter) yang ditunjukkan siswa selama satu tahun ajaran menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan kenaikan kelas.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I.,dalam pengarahannya menegaskan pentingnya menjaga integritas dan transparansi dalam pengambilan keputusan. Menurutnya, masa depan siswa dipertaruhkan dalam ruang sidang pleno ini, sehingga objektivitas harus dikedepankan.
“Rapat pleno ini adalah bentuk pertanggungjawaban moral dan profesional kita sebagai pendidik kepada masyarakat, khususnya orang tua murid. Kita harus memastikan bahwa keputusan yang diambil hari ini benar-benar akuntabel, transparan, dan mencerminkan keadilan bagi setiap peserta didik,” ujar Mafrudah.
Senada dengan Kepala Madrasah, Wakil Kepala Bidang Kurikulum MAN 1 Bantul, Bin Umaryati, S.Pd., menjelaskan bahwa kriteria kenaikan kelas telah disesuaikan dengan standar regulasi yang berlaku dengan mengombinasikan aspek kognitif dan afektif.
“Kami tidak hanya melihat angka-angka di atas kertas. Evaluasi komprehensif ini melibatkan rekam jejak kedisiplinan dan absensi siswa. Semua data disandingkan agar keputusan yang lahir bersifat objektif. Kita ingin memastikan siswa yang naik kelas memang telah memenuhi kompetensi minimal, baik secara akademik maupun karakter,” jelas Bin Umaryati.
Proses dinamika rapat juga diwarnai dengan diskusi yang konstruktif antarguru, terutama para wali kelas yang mendampingi siswa sehari-hari. Perwakilan guru, Lina Mutiasih, M.Pd., menyampaikan pandangannya mengenai jalannya rapat pleno yang dinilai sangat akomodatif terhadap perkembangan siswa.
“Sebagai guru dan wali kelas, kami merasa ruang pleno ini sangat adil. Kami bisa menyampaikan perkembangan karakter siswa secara utuh. Jika ada kendala dari siswa tertentu, kita bedah bersama solusinya. Jadi, keputusan tidak diambil sepihak, melainkan berdasarkan kesepakatan kolektif yang objektif,” ungkap Lina.
Dengan terlaksananya rapat pleno ini, MAN 1 Bantul berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan yang berbasis pada kejujuran dan keterbukaan. Hasil dari rapat pleno ini selanjutnya akan dituangkan dalam laporan hasil belajar (rapor) yang akan dibagikan kepada orang tua/wali murid dalam waktu dekat. Hal ini tentunya sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr).

