BANTUL (MAN 1 BANTUL) – Kesabaran, kerja keras, dan semangat pantang menyerah mengantarkan alumni MAN 1 Bantul, Nida Dina Maulaya Rohman, meraih impiannya untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri. Setelah menjalani masa gap year selama satu tahun, Nida akhirnya dinyatakan diterima di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Program Studi Studi Islam. Kabar membanggakan tersebut diumumkan pada Selasa (30/6/2026).
Perjalanan Nida menuju bangku kuliah tidaklah mudah. Pada seleksi tahun sebelumnya, ia belum berhasil meraih kursi di perguruan tinggi yang diimpikan. Namun, kegagalan tersebut tidak membuatnya berhenti melangkah. Sebaliknya, Nida menjadikannya sebagai motivasi untuk bangkit, memperbaiki diri, dan mempersiapkan seleksi berikutnya dengan lebih matang.
Selama menjalani masa gap year, Nida memanfaatkan waktunya dengan sebaik-baiknya. Selain terus belajar dan memperdalam materi, ia juga bekerja di Koperasi Maslahat MAN 1 Bantul. Pengalaman tersebut memberinya banyak pelajaran berharga, mulai dari kedisiplinan, tanggung jawab, hingga kemampuan mengatur waktu antara bekerja dan mempersiapkan diri menghadapi seleksi perguruan tinggi.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi perjuangan yang ditunjukkan Nida hingga akhirnya berhasil meraih cita-citanya.
“Keberhasilan Nida membuktikan bahwa setiap orang memiliki waktu terbaiknya masing-masing. Kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan kesempatan untuk belajar, memperbaiki diri, dan kembali bangkit. Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi peserta didik maupun alumni MAN 1 Bantul agar tidak mudah menyerah dalam meraih impian,” ungkapnya.
Nida mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan Allah Swt. setelah melalui proses yang panjang. Baginya, masa gap year bukanlah waktu yang terbuang, melainkan kesempatan untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih siap menghadapi tantangan.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur akhirnya diterima di UIN Sunan Kalijaga. Tahun lalu saya belum berhasil, tetapi saya memilih untuk terus belajar sambil bekerja di Koperasi Maslahat MAN 1 Bantul. Pengalaman itu mengajarkan saya arti kesabaran, disiplin, dan keyakinan bahwa setiap usaha akan menemukan hasilnya pada waktu yang tepat. Saya berharap teman-teman yang sedang berjuang tidak takut mencoba lagi ketika belum berhasil,” tutur Nida.
Kisah Nida menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak selalu datang pada kesempatan pertama. Dengan tekad yang kuat, doa yang tidak putus, dan kemauan untuk terus belajar, impian yang sempat tertunda akhirnya dapat diwujudkan.
Semangat yang ditunjukkan Nida sejalan dengan komitmen MAN 1 Bantul CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi) dalam mencetak lulusan yang tangguh, optimis, dan tidak mudah menyerah menghadapi setiap tantangan kehidupan. Kisah ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik bahwa kesuksesan bukan hanya tentang seberapa cepat diraih, tetapi juga tentang keberanian untuk terus bangkit dan berjuang. (ad)

