Bantul (MAN 1 Bantul) – Selasa, 30 Juni 2026, seluruh guru, pegawai, dan stakeholder MAN 1 Bantul mengikuti Sidang Pleno Rapat Kerja (Raker) yang berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menjadi forum penting untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di madrasah.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 1 Bantul, Hj. Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan berbagai informasi, arahan, serta motivasi kepada seluruh peserta rapat. Beliau mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang telah menyusun berbagai program pengembangan madrasah. Dokumen dan program kerja telah melalui proses telaah dan kritik sebanyak empat kali, pada sidang pleno kali ini dilakukan penyempurnaan untuk kelima kalinya agar menghasilkan program yang semakin berkualitas dan implementatif.
Pada kesempatan tersebut disampaikan bahwa MAN 1 Bantul telah memiliki sejumlah tim strategis yang berperan dalam pengembangan madrasah, antara lain Tim Pengembang Kurikulum, Tim Zona Integritas (ZI), Tim Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan konsep Pancacinta, Tim Penilaian Kinerja Guru (PKG), serta Tim Madrasah Sehat melalui program Nutrition Goes to School (NGTS). Selain itu, program Ekoteologi sebagai bagian dari gerakan Adiwiyata juga terus dikembangkan untuk menumbuhkan kepedulian warga madrasah terhadap lingkungan.
Kepala madrasah juga mengimbau seluruh warga MAN 1 Bantul untuk mengimplementasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta melalui berbagai kegiatan pembiasaan positif, seperti shalat Dhuha, pembacaan Asmaul Husna, program One Day One Juz, shalat Zuhur dan Asar berjamaah, serta berbagai aktivitas yang mendukung penguatan karakter peserta didik. Program tersebut selaras dengan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang saat ini terus digalakkan.
Selain membahas penguatan karakter, kepala MAN 1 Bantul juga menyoroti pentingnya kesadaran sistemik mengenai hak dan kewajiban baik secara personal maupun kelembagaan. Beberapa agenda strategis lainnya yang dibahas meliputi percepatan penyebaran praktik baik madrasah melalui kegiatan studi tiru, penguatan tim media madrasah, pendampingan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta pemanfaatan aplikasi baru SIDAMAI (Sistem Informasi Data Madrasah dan Keagamaan Islam).
Dalam bidang pengembangan profesionalisme guru, disampaikan pula pentingnya kompetensi guru yang tercermin dalam hasil Asesmen Kompetensi Guru (AKG). Hasil AKG menjadi salah satu indikator penting dalam pengembangan karier dan profesionalisme pendidik. Selain itu, dijelaskan bahwa perpanjangan masa jabatan dalam periode tertentu dapat diberikan kepada pegawai yang menunjukkan prestasi dan kinerja unggul. Sementara itu, mutasi dipahami sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan bukan sebagai bentuk hukuman atau konsekuensi negatif.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta berkomitmen untuk melaksanakan program-program yang telah dirumuskan demi mewujudkan MAN 1 Bantul sebagai madrasah yang unggul, berprestasi, berkarakter, sehat, dan berbudaya lingkungan.
“Rapat kerja ini bukan sekadar menyusun program, tetapi menjadi momentum untuk menyatukan visi, memperkuat komitmen, dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan di MAN 1 Bantul. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru, pegawai, dan stakeholder yang telah memberikan masukan serta bekerja keras menyempurnakan program madrasah. Kritik dan saran yang diberikan merupakan energi positif untuk terus berbenah.
Melalui berbagai program seperti Kurikulum Berbasis Cinta, Zona Integritas, Madrasah Sehat, Ekoteologi, dan penguatan kompetensi guru, saya berharap seluruh warga madrasah dapat bergerak bersama dalam semangat kolaborasi. Mari kita membangun kesadaran bahwa setiap tugas dan tanggung jawab yang kita emban merupakan bagian dari ikhtiar mewujudkan madrasah yang unggul, berkarakter, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Semoga seluruh program yang telah disepakati dapat terlaksana dengan baik dan membawa kemajuan bagi MAN 1 Bantul.”(LM)

