MAN 1 Bantul Tarik Peserta PRAKERIN Kelas Keterampilan Tata Busana dari Industri Tutik Modiste Bambanglipuro

Bantul (MAN 1 Bantul) – kegiatan penarikan peserta Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) kelas Keterampilan Tata Busana pada Jumat (03/07/2026). Kegiatan ini menandai berakhirnya program magang selama tiga bulan yang dijalani para siswa di Tutik Modiste, Bambanglipuro, Bantul. Penarikan dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan peserta didik dalam menyelesaikan pembelajaran berbasis industri sekaligus mempererat kemitraan antara MAN 1 Bantul dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dalam mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing.

Selama menjalani PRAKERIN, para siswa memperoleh pengalaman langsung mengenai proses produksi busana, mulai dari pengukuran, pembuatan pola, pemotongan bahan, proses menjahit, hingga tahap penyelesaian (finishing) dan pelayanan kepada pelanggan. Selain mengasah keterampilan teknis, peserta juga belajar membangun etos kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, kreativitas, serta kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama di lingkungan kerja profesional. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal berharga bagi siswa dalam mengembangkan kompetensi vokasional dan jiwa kewirausahaan.

Kepala MAN 1 Bantul, Hj. Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan terima kasih kepada pihak Tutik Modiste yang telah memberikan bimbingan dan kesempatan belajar bagi peserta didik selama pelaksanaan PRAKERIN. Beliau berharap pengalaman yang diperoleh siswa dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan karakter positif. “PRAKERIN merupakan sarana bagi peserta didik untuk mengembangkan kompetensi sekaligus membentuk sikap profesional yang dibutuhkan di dunia kerja. Kami berharap para siswa mampu mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama magang dalam kehidupan sehari-hari maupun di masa depan. Hal ini sejalan dengan semangat tagline MAN 1 Bantul, ‘CADAS BERKELAS’, yaitu Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi, sebagai fondasi dalam mencetak generasi yang unggul, kreatif, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan zaman,” ungkap beliau. (mln)