BANTUL (MAN 1 Bantul) – Guna memastikan kandidat memiliki visi dan misi yang sejalan dengan institusi, terutama mengenai kedisiplinan dan nilai-nilai keagamaan, MAN 1 Bantul menggelar tes wawancara bagi para calon guru Tahfidz Al-Qur’an. Kegiatan seleksi yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di Aula Madrasah pada Selasa (7/7/2026).
Sebanyak 12 peserta bersaing ketat untuk mengisi dua posisi kosong guru Tahfidz di lingkungan madrasah. Tes wawancara ini dirancang secara komprehensif dengan menitikberatkan pada tiga tujuan utama. Pertama, Standarisasi Kompetensi: Memastikan calon guru menguasai ilmu tajwid, makharijul huruf, dan kefasihan (fashahah) yang sesuai dengan standar lembaga sebelum mulai mengajar.
Kedua, Karakter dan Kepribadian: Menilai keteladanan (uswah hasanah), kesabaran, serta kestabilan emosi. Guru tahfidz dituntut menjadi figur penyabar dalam menghadapi berbagai karakter siswa.
Ketiga, Metodologi Pembelajaran: Memahami strategi pembelajaran yang digunakan kandidat, khususnya cara mereka memotivasi siswa untuk konsisten muroja’ah (mengulang hafalan) dan mengatasi berbagai kesulitan belajar santri.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan pentingnya seleksi ketat ini demi menjaga mutu lulusan madrasah yang unggul dalam bidang keagamaan.
“Kami tidak hanya mencari pengajar yang sekadar hafal Al-Qur’an, tetapi juga sosok yang mampu menjadi uswah hasanah bagi para siswa. Guru Tahfidz di MAN 1 Bantul harus memiliki kedisiplinan tinggi, emosi yang stabil, dan metode pengajaran yang adaptif agar siswa merasa termotivasi, bukan terbebani,” ujar Kepala MAN 1 Bantul.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Tata Usaha (TU) MAN 1 Bantul, Martiningsih, S.d.I., menjelaskan bahwa proses administrasi dan teknis seleksi berjalan dengan transparan untuk menjaring aset terbaik bagi madrasah.
“Proses seleksi dari 12 peserta untuk mengisi dua formasi ini kami lakukan secara objektif dan akuntabel. Kami berharap siapapun yang terpilih nantinya dapat segera beradaptasi dengan sistem kerja dan budaya disiplin yang ada di MAN 1 Bantul, guna mendukung kelancaran program tahfidz di tahun ajaran ini,” ungkap Kepala TU.
Di sisi lain, salah satu calon guru tahfidz yang mengikuti seleksi mengungkapkan rasa syukur dan kesannya terhadap jalannya tes wawancara ini.
“Pertanyaan dan materi uji dalam wawancara tadi benar-benar mendalam. Tidak hanya menguji hafalan dan tajwid kami, tetapi juga menguji kesiapan mental dan strategi kami dalam menghadapi dinamika belajar mengajar di kelas. Ini menunjukkan betapa seriusnya MAN 1 Bantul dalam menjaga kualitas program tahfidznya,” tutur salah satu peserta seleksi.
Dengan terlaksananya seleksi ini, MAN 1 Bantul berharap dua guru tahfidz yang terpilih nantinya dapat membawa energi baru dan meningkatkan capaian hafalan Al-Qur’an para siswa secara signifikan. Hal ini tentunya sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr)

