BANTUL (MAN 1 Bantul) – Rapat Kerja MAN 1 Bantul digelar di Hotel Burza Yogyakarta pada Rabu (8/7/2026) dengan dihadiri oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, jajaran pengurus komite madrasah, pengawas madrasah, Kasubag TU Kantor Kemenag Bantul, dan Kabid Penmad Kanwil Kemenag DIY. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komite MAN 1 Bantul, HM. Temu Panggih Raharjo, MM., menyampaikan dua pesan penting yang menjadi perhatian seluruh peserta rapat.
Pesan pertama disampaikan terkait pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 yang baru saja rampung. Temu Panggih Raharjo mengapresiasi kinerja panitia dan seluruh pihak yang terlibat karena proses SPMB berjalan dengan lancar dan berhasil mencapai target yang ditetapkan. “Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia SPMB dan seluruh guru yang telah bekerja keras. Proses SPMB tahun ini berjalan tertib, transparan, dan akuntabel,” ujarnya di hadapan peserta rapat.
Lebih lanjut, ia menyoroti data bahwa sebanyak 168 pendaftar tidak diterima di MAN 1 Bantul pada tahun ajaran ini. Menurutnya, hal ini justru menjadi indikator positif bahwa MAN 1 Bantul semakin diminati dan diterima oleh masyarakat. “168 pendaftar yang tidak tertampung adalah bukti nyata bahwa MAN 1 Bantul telah menjadi sekolah/madrasah pilihan utama di Kabupaten Bantul. Ini adalah pencapaian yang membanggakan sekaligus tantangan bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” tegasnya.
Pesan kedua yang disampaikan oleh Ketua Komite adalah mengenai kehati-hatian dalam menyusun dan melaksanakan program kerja madrasah. Temu Panggih Raharjo mengingatkan agar seluruh program kerja disusun sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku, baik dari pemerintah pusat maupun daerah. “Kita harus cermat dan teliti dalam setiap langkah. Program kerja yang disusun harus memiliki dasar hukum yang kuat dan tidak bertentangan dengan regulasi yang ada,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dalam setiap pelaksanaan program. “Mulai dari perencanaan yang matang, pengorganisasian yang rapi, pelaksanaan yang efektif, hingga pengawasan yang ketat. Dengan menerapkan POAC, kita dapat memastikan setiap program berjalan sesuai target dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya. Fungsi controlling menurutnya menjadi kunci untuk memastikan tidak ada penyimpangan dan program tepat sasaran.
Kepala MAN 1 Bantul, Hj. Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyambut baik pesan-pesan yang disampaikan oleh Ketua Komite. “Kami berterima kasih atas perhatian dan masukan dari Bapak Ketua Komite. Dua pesan ini akan kami jadikan pegangan dalam menyusun dan menjalankan program kerja ke depan. Kami juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas madrasah sehingga kepercayaan masyarakat yang sudah tinggi ini tetap terjaga dan semakin meningkat,” ucapnya. Rapat kerja ini kemudian dilanjutkan dengan pembahasan program-program strategis madrasah untuk Tahun Ajaran 2026/2027. (arf)

