BANTUL (MAN 1 Bantul) – Pemandangan yang berbeda dan menyegarkan terlihat di lingkungan MAN 1 Bantul pada Rabu pagi (15/7/2026). Para pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) terlibat aktif secara langsung dalam pelaksanaan program 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun) di gerbang utama madrasah. Langkah ini diambil sebagai strategi dinamis untuk mempercepat penanaman karakter unggul di kalangan siswa.
Melibatkan OSIM dalam program 5S terbukti memberikan manfaat besar bagi madrasah. Sebagai penggerak utama (role model) sebaya, kehadiran para pengurus OSIM mampu mempercepat internalisasi karakter positif secara alami di kalangan siswa, menggantikan pendekatan pengawasan yang kaku dari guru. Dengan pendekatan dari siswa untuk siswa, suasana pagi di madrasah terasa lebih hangat, akrab, dan penuh semangat kekeluargaan.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi program ini. Menurutnya, keteladanan dari sesama teman sebaya memiliki daya tular yang jauh lebih kuat dalam membentuk budaya madrasah yang positif.
“Kami ingin menumbuhkan karakter mulia bukan karena rasa takut atau paksaan, melainkan karena kesadaran diri. Ketika pengurus OSIM menjadi role model dalam menerapkan 5S, siswa-siswa yang lain akan lebih mudah meniru dan menjadikannya sebagai kebiasaan sehari-hari. Ini adalah langkah nyata menuju madrasah yang ramah, berkarakter, dan berprestasi,” ujar Mafrudah.
Dampak positif dari keterlibatan OSIM ini juga dirasakan langsung oleh guru piket yang bertugas pada pagi hari tersebut. Kehadiran para pengurus OSIM dinilai sangat membantu dalam menciptakan atmosfer pagi yang kondusif dan ceria di lingkungan madrasah.
“Kolaborasi dengan anak-anak OSIM pagi ini luar biasa. Biasanya siswa cenderung sungkan atau tegang saat bersalaman dengan guru di gerbang. Namun, dengan adanya pengurus OSIM yang menyambut dengan senyum dan sapaan hangat, suasana menjadi lebih cair. Mereka sangat membantu kami dalam membangun budaya disiplin yang humanis,” ungkap Yustika Nur Baiti, S.Pd.,salah satu guru piket.
Sementara itu, Ketua OSIM MAN 1 Bantul, Alfian Krishantoro, yang mewakili rekan-rekannya mengaku bangga dan antusias bisa diberi kepercayaan untuk menjadi penggerak dalam program penting ini.
“Kami merasa terhormat diberikan kepercayaan ini oleh pihak madrasah. Sebagai pengurus OSIM, kami sadar bahwa tanggung jawab kami bukan hanya membuat acara, tetapi juga menjadi contoh dalam beretika. Awalnya mungkin ada teman-teman yang merasa canggung, tetapi setelah melihat kami tersenyum dan menyapa duluan, mereka langsung membalas dengan antusias. Kami berharap budaya 5S ini melekat kuat pada diri setiap siswa MAN 1 Bantul,” tutur Alfian penuh semangat.
Melalui program 5S yang digerakkan oleh OSIM ini, MAN 1 Bantul menegaskan komitmennya untuk terus mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlakul karimah dan budi pekerti yang luhur. Hal ini tentunya sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi).(chr)

