Etika di Dunia Maya, Santun dalam Karya: Siswi X.E4 MAN 1 Bantul Dalami Netiket di Lab Komputer

BANTUL (MAN 1 Bantul) — Suasana diskusi yang hangat dan edukatif tampak menyelimuti Laboratorium Komputer MAN 1 Bantul pada jam pelajaran ke-4 hingga ke-6, Selasa (4/8/2026). Kelompok siswi kelas X.E4 yang beranggotakan Rizkya Putri Dynera, Anastasya Ramadhani, dan Nafiza Abelia Ramadhan secara aktif menggelar diskusi kelompok dalam mata pelajaran Informatika dengan mengusung tema Etika Komunikasi Digital (Netiket) sebagai bentuk penerapan keterampilan generik (generic skills).

Dalam sesi diskusi tersebut, ketiga siswi membedah pentingnya kesantunan, tanggung jawab, serta krama bertutur kata saat berinteraksi di ruang digital. Mereka mendiskusikan norma-norma berkomunikasi di media sosial maupun platform pembelajaran, cara menghindari perundungan siber (cyberbullying), menghargai hak cipta karya orang lain, hingga menjaga keamanan data pribadi dalam dunia maya.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi tinggi atas kesadaran dan kedalaman materi yang dipelajari oleh para siswi tersebut di laboratorium komputer. Menurut beliau, pemahaman mengenai netiket merupakan benteng moral yang sangat krusial bagi generasi muda di era digital saat ini.

“Penerapan etika komunikasi digital ini adalah cerminan nyata dari perwujudan tagline madrasah kita, Cadas Berkelas (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart; Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). Siswa yang santun dan bijak dalam bertutur kata di dunia maya menunjukkan pribadi yang agamis, berkarakter, serta cerdas,” tutur Mafrudah.

Beliau juga menegaskan bahwa sikap saling menghargai pendapat, menjaga keberagaman, dan tidak menyebarkan kebencian di internet merupakan bentuk pengamalan jiwa demokratis serta anti diskriminasi. Selain itu, kecakapan memahami norma-norma baru di dunia digital membentuk karakter siswa yang smart dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Melalui diskusi di laboratorium komputer ini, diharapkan para siswi kelas X.E4 MAN 1 Bantul tidak hanya mahir secara teknis dalam mengoperasikan teknologi, tetapi juga mampu menjadi teladan digital (digital role model) yang menyebarkan kebaikan dan kedamaian di ruang siber. (ska)