BANTUL (MAN 1 Bantul) — Laboratorium Komputer MAN 1 Bantul menjadi ajang unjuk kebolehan sekaligus ruang diskusi yang interaktif pada Senin (10/8/2026). Kelompok siswa kelas X E2—yang terdiri dari Ashraf Ghani Aptana, Fitrah Nur Kamil, Mahira Fawwaz Sukma Widyanto, dan Muhammad Fariz Eko R—tampil percaya diri mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka dalam mata pelajaran Informatika bab Kemampuan Generik dengan fokus tema “Etika Komunikasi Digital (Netiket)”.
Dalam pemaparannya di hadapan rekan-rekan sekelas, kelompok ini mengulas secara mendalam pentingnya menerapkan etika dan kesantunan saat berinteraksi di media digital. Materi yang disajikan mencakup prinsip menghargai privasi orang lain, tata bahasa yang santun dalam ruang siber, penyaringan informasi sebelum dibagikan, hingga komitmen untuk menolak segala bentuk perundungan siber (cyberbullying).
Proses presentasi yang dikemas secara komunikatif ini melatih kecakapan publik (public speaking) dan kerja sama tim, sekaligus membuka ruang tanya jawab yang dinamis antarpeserta didik.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi penuh atas kelancaran serta kedalaman materi yang dipresentasikan oleh Ashraf dan timnya. Beliau menilai penguasaan etika digital adalah fondasi utama dalam membentuk karakter siswa di era modern.
“Penampilan dan pemahaman materi netiket ini merupakan wujud nyata penjelmaan tagline madrasah kita, CADAS BERKELAS—Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart; Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Ketika Ashraf, Fitrah, Mahira, dan Fariz mengajak teman-temannya untuk santun di dunia maya, mereka sedang mengimplementasikan nilai agamis, berkarakter, dan anti diskriminasi ke dalam budaya digital,” tutur Mafrudah.
Beliau juga menambahkan bahwa keterampilan teknis di bidang teknologi informasi harus senantiasa diimbangi dengan sikap emosional dan sosial yang bijak.
“Menjadi siswa yang smart dan adaptif di era digital bukan sekadar mahir mengoperasikan perangkat, melainkan bagaimana kita mampu menjaga etika dan saling menghargai sesama pengguna internet. Kami berharap melalui pembelajaran ini melahirkan generasi madrasah yang cerdas berteknologi dan berakhlak mulia,” pungkasnya.
Melalui kegiatan presentasi ini, MAN 1 Bantul terus menegaskan komitmennya dalam mencetak peserta didik yang tidak hanya kompeten secara akademis dan teknologis, tetapi juga memiliki integritas serta etika tinggi di ruang digital. (ska)

