Bantul (MAN 1 Bantul) — Sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah organik, Pak Muhlis secara langsung mendampingi mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam kegiatan pemasangan Losida (Lodal Sisa Dapur) di area taman MAN 1 Bantul. Kegiatan ini berlangsung pada hari Senin (10/8/2026).
Losida merupakan inovasi sederhana namun efektif berupa pipa paralon yang ditanam di dalam tanah untuk menampung dan mengolah sampah organik langsung di sumbernya. Sampah dapur atau sisa konsumsi MBG di madrasah setiap harinya menumpuk sehinga dari tim MBG memberikan saran ke mdrasah agar sisa MBG bisa bermanfaat terhdap lingkungan maka pihak madrasah merespon positif masukan tersebut, maka dibuatlah pipa paralon Losida ini nantinya akan terurai secara alami dan berubah menjadi pupuk kompost alami yang menyuburkan tanaman di sekitarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pak Muhlis memberikan arahan dan bantuan teknis kepada para mahasiswa PKL UNY, mulai dari penentuan titik lokasi yang strategis di area taman, proses penggalian tanah, hingga tata cara perawatan pipa Losida agar dapat berfungsi secara optimal.
“Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan edukasi pengolahan sampah mandiri berjalan dengan baik. Pemasangan Losida di MAN 1 Bantul tidak hanya mempercantik taman, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi seluruh warga madrasah untuk mulai memilah dan mengolah sampah dari hal terkecil,” ujar Pak Muhlis di sela-sela kegiatan.
Para mahasiswa PKL UNY menyambut baik bimbingan dan arahan dari Pak Muhlis. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, hijau, dan ramah lingkungan (Green School).
Dengan dilakukannya penyerahan dan pemasangan Losida ini, taman MAN 1 Bantul kini memiliki sistem pengelolaan sampah organik terpadu yang dapat dimanfaatkan oleh pihak madrasah secara jangka panjang. (Lis)

