Bantul (MAN 1 Bantul) – Memasuki fase baru di jenjang madrasah aliyah menjadi momentum bagi murid untuk mengenali diri sekaligus menyesuaikan diri dengan lingkungan belajar yang baru. Untuk mendukung proses tersebut, MAN 1 Bantul melaksanakan tes psikologi bagi murid kelas X/Fase E melalui kolaborasi dengan Lembaga Psikologi Bina Asih Yogyakarta, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya madrasah untuk memperoleh gambaran awal mengenai karakteristik dan potensi murid kelas X. Asesmen psikologi diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif sehingga proses pendampingan murid selama menempuh pendidikan di MAN 1 Bantul dapat dilakukan secara lebih terarah.
Sejak awal pelaksanaan, murid mengikuti kegiatan dengan tertib. Mereka mendapatkan pengarahan dari tim pelaksana sebelum mengerjakan instrumen psikologi yang telah disiapkan. Setiap murid diberikan kesempatan untuk mengerjakan sesuai kondisi dan kemampuannya masing-masing.
Bagi MAN 1 Bantul, mengenali murid sejak awal merupakan bagian penting dalam membangun proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Setiap murid memiliki karakter, potensi, cara belajar, serta kebutuhan perkembangan yang berbeda sehingga diperlukan pendekatan yang sesuai.
Guru BK MAN 1 Bantul, Candra Ade Pertiwi, menjelaskan bahwa hasil tes psikologi dapat menjadi salah satu sumber informasi bagi madrasah dalam memberikan layanan pendampingan.
“Tes psikologi ini membantu kami mendapatkan gambaran awal tentang murid kelas X. Data tersebut nantinya dapat menjadi salah satu bahan bagi guru BK dalam memahami karakter dan potensi murid, sehingga pendampingan yang diberikan tidak hanya bersifat umum, tetapi dapat lebih sesuai dengan kebutuhan mereka,” ungkapnya.
Ade menambahkan, proses pengenalan diri penting dilakukan sejak murid berada di kelas X. Dengan memahami potensi dan karakter dirinya, murid diharapkan lebih mampu menentukan langkah pengembangan diri selama berada di madrasah.
“Kami ingin murid tidak hanya mengenal lingkungan barunya, tetapi juga mulai mengenal dirinya sendiri. Ketika murid memahami potensi dan karakter dirinya, mereka akan lebih mudah menentukan cara belajar, mengembangkan kemampuan, serta mengambil keputusan yang sesuai dengan dirinya,” tambahnya.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa pelaksanaan tes psikologi merupakan bagian dari komitmen madrasah untuk memberikan layanan pendidikan yang menyeluruh.
“Setiap murid datang dengan potensi yang berbeda. Tugas madrasah adalah membantu mereka menemukan, mengembangkan, dan mengarahkan potensi tersebut. Karena itu, pemetaan melalui asesmen psikologi menjadi salah satu langkah yang dapat membantu madrasah memberikan pendampingan secara lebih tepat,” tuturnya.
Menurut Mafrudah, hasil asesmen diharapkan tidak berhenti sebagai data, tetapi dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses perkembangan murid selama berada di MAN 1 Bantul.
“Yang terpenting adalah bagaimana hasil asesmen tersebut dapat ditindaklanjuti dalam layanan pendidikan dan bimbingan konseling. Kami berharap murid dapat berkembang secara optimal, baik dalam kemampuan akademik maupun karakter dan keterampilan sosialnya,” imbuhnya.
Pelaksanaan tes psikologi ini sekaligus memperkuat upaya MAN 1 Bantul dalam mewujudkan generasi CADAS BERKELAS, yaitu Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Pengenalan potensi dan karakter murid sejak awal menjadi salah satu pijakan untuk menumbuhkan pribadi yang mampu berkembang sesuai dengan kekuatan masing-masing.
Melalui kolaborasi dengan Lembaga Psikologi Bina Asih Yogyakarta, MAN 1 Bantul terus berupaya membangun layanan pendidikan yang berpijak pada kebutuhan murid. Tes psikologi bukan sekadar kegiatan asesmen, tetapi menjadi langkah awal untuk memahami, mendampingi, dan mengoptimalkan perjalanan perkembangan murid selama berada di madrasah. (ad)

