Bantul (MAN 1 Bantul) — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMA/MA Kabupaten Bantul menyelenggarakan pertemuan ke-3 tahun 2026 dengan materi Penulisan Soal Tes Kemampuan Akademik (TKA), Selasa (11/8/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB tersebut bertempat di SMA Negeri 1 Jetis dan menghadirkan Dr. Esti Swastika Sari, M.Hum. sebagai narasumber.
Kegiatan ini diikuti oleh guru Bahasa Indonesia dari jenjang SMA/MA di Kabupaten Bantul, termasuk tiga guru Bahasa Indonesia MAN 1 Bantul, yaitu Nur Khasanah, S.Pd., Siti Maryam, S.Pd., dan Azmiati Lathifah, S.S. Ketiganya mengikuti kegiatan berdasarkan Surat Tugas Kepala MAN 1 Bantul Nomor 945/Ma.12.01.01/KP.01.1/08/2026 sebagai tindak lanjut Workshop Penyusunan Soal Latihan TKA Bahasa Indonesia.
Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMA/MA Kabupaten Bantul, Pius Grastian, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pihak SMA Negeri 1 Jetis yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan serta kepada Dr. Esti Swastika Sari, M.Hum. yang berkenan menjadi narasumber. Ia berharap kegiatan tersebut dapat berlangsung lancar dan memberikan manfaat bagi para guru.

Dalam penyampaian materi, Dr. Esti Swastika Sari, M.Hum. menjelaskan bahwa TKA merupakan asesmen standar nasional yang dirancang untuk mengukur capaian akademik pada mata pelajaran tertentu sesuai dengan kurikulum yang berlaku. TKA tidak bersifat wajib dan digunakan untuk melengkapi sistem penilaian yang sudah ada, bukan menggantikan penilaian oleh satuan pendidikan. Dengan demikian, TKA tidak menentukan kelulusan peserta didik.
Lebih lanjut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai kerangka asesmen TKA yang mengacu pada Taksonomi Barrett, dengan tiga kompetensi utama, yaitu pemahaman tekstual, pemahaman inferensial, serta evaluasi dan apresiasi. Selain itu, kerangka asesmen juga memiliki keterkaitan dengan kerangka AKM yang linear dengan asesmen PISA, khususnya dalam kemampuan peserta didik untuk mengakses dan menemukan informasi, menginterpretasi dan mengintegrasikan informasi, serta mengevaluasi dan merefleksikan informasi.

Sesi diskusi berlangsung interaktif. Salah satu pertanyaan disampaikan oleh Istiqomah, S.Pd. terkait adanya revisi buku paket untuk kelas XII. Menanggapi hal tersebut, Dr. Esti menyampaikan bahwa revisi buku paket bukan menjadi persoalan karena buku paket merupakan salah satu sumber belajar. Guru tetap memiliki ruang untuk mengembangkan materi dan menggunakan sumber pembelajaran lain yang relevan.
Kegiatan ditutup dengan penyampaian informasi bahwa peserta diperbolehkan mengerjakan kembali soal yang telah diberikan oleh narasumber sebagai bagian dari pendalaman materi. Pertemuan MGMP berikutnya direncanakan berlangsung sekitar bulan Oktober 2026.
Keikutsertaan guru MAN 1 Bantul dalam kegiatan MGMP tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan kompetensi profesional guru, khususnya dalam menghadirkan pembelajaran dan asesmen Bahasa Indonesia yang berkualitas. Hal ini sejalan dengan semangat CADAS BERKELAS, terutama dalam membangun budaya belajar yang cerdas, adaptif, dan berkarakter, sekaligus mendorong peningkatan mutu madrasah melalui pengembangan kompetensi pendidik.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., terus mendorong guru untuk aktif mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi dan forum profesional sebagai bagian dari penguatan budaya mutu madrasah. Melalui kegiatan MGMP, guru diharapkan dapat memperluas wawasan, berbagi praktik baik, serta menghasilkan perangkat pembelajaran dan asesmen yang semakin relevan dengan kebutuhan peserta didik. (mry)

