Menakar Semangat dan Kepedulian, PMR MAN 1 Bantul Gelar Wawancara Calon Anggota

Bantul (MAN 1 Bantul) – Menjadi bagian dari Palang Merah Remaja (PMR) bukan hanya tentang keterampilan pertolongan pertama. Kepedulian, kesiapan membantu, kemampuan bekerja sama, serta tanggung jawab menjadi karakter penting yang perlu dimiliki setiap anggota. Semangat tersebut menjadi bagian yang digali dalam tes wawancara calon anggota PMR MAN 1 Bantul periode 2026/2027 yang berlangsung Rabu–Kamis (19–20/8/2026).

Kegiatan wawancara menjadi lanjutan dari rangkaian seleksi yang sebelumnya diawali dengan tes tertulis. Sebanyak 49 calon anggota dari kelas X dan XI mengikuti proses seleksi untuk mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari PMR MAN 1 Bantul.

Dalam sesi wawancara, calon anggota tidak hanya ditanya mengenai pengetahuan dasar kepalangmerahan. Panitia juga berusaha mengenali motivasi, pengalaman, karakter, kemampuan berkomunikasi, serta kesiapan calon anggota dalam mengikuti kegiatan PMR secara aktif.

Satu per satu calon anggota memasuki sesi wawancara dan menyampaikan alasan mereka memilih PMR. Beragam motivasi muncul, mulai dari keinginan mempelajari pertolongan pertama, menambah pengalaman organisasi, hingga keinginan untuk dapat membantu orang lain.

Ketua PMR MAN 1 Bantul, Vivian Fesyadina Khairunnisa, mengungkapkan bahwa proses wawancara memberikan gambaran lebih jelas mengenai calon anggota yang memiliki kesungguhan untuk bergabung.

“Yang kami lihat bukan hanya seberapa banyak pengetahuan mereka tentang PMR, tetapi juga kemauan untuk belajar, bekerja sama, dan berproses bersama. Kami berharap calon anggota yang terpilih nantinya dapat aktif dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap organisasi,” ujarnya.

Candra Ade Pertiwi, selaku Koordinator PMR/UKS MAN 1 Bantul, menjelaskan bahwa proses seleksi menjadi langkah awal untuk membangun tim PMR yang solid.

“Wawancara ini penting karena kami ingin mengenal calon anggota secara lebih dekat. PMR membutuhkan murid yang memiliki kepedulian dan kemauan untuk terlibat. Keterampilan bisa dipelajari melalui latihan, tetapi sikap peduli, tanggung jawab, dan kemauan untuk membantu sesama perlu terus ditumbuhkan,” jelasnya.

Menurut Ade pengalaman yang diperoleh murid melalui PMR juga dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter. Hal tersebut sejalan dengan semangat CADAS BERKELAS, yaitu Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi.

“PMR merupakan salah satu ruang bagi murid untuk belajar menjadi pribadi yang berkarakter. Mereka belajar menghadapi situasi, berkomunikasi, bekerja dalam tim, peduli terhadap lingkungan, dan membantu sesama. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan semangat CADAS BERKELAS di MAN 1 Bantul,” imbuhnya.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., turut memberikan apresiasi terhadap proses seleksi tersebut. Ia berharap PMR dapat menjadi ruang pengembangan potensi murid sekaligus menanamkan nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui PMR, murid mendapatkan pengalaman yang tidak selalu diperoleh di dalam kelas. Mereka belajar disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama, dan memiliki kepedulian kepada orang lain. Kami berharap pengalaman tersebut dapat memperkuat karakter murid sesuai dengan semangat CADAS BERKELAS,” ungkapnya.

Pelaksanaan tes wawancara selama dua hari tersebut menjadi salah satu tahapan untuk menentukan calon anggota PMR yang nantinya akan bergabung dalam kepengurusan periode 2026/2027. Bagi para peserta, proses ini bukan sekadar tahapan seleksi, tetapi juga menjadi pengalaman untuk berani tampil, berkomunikasi, dan mengenali potensi diri.

Dengan semangat kemanusiaan dan kepedulian, PMR MAN 1 Bantul terus berupaya menyiapkan kader-kader muda yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki karakter kuat serta siap memberikan manfaat bagi sesama. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah mencetak generasi CADAS BERKELAS. (ad)