Bantul (MAN 1 Bantul) – Proses seleksi calon anggota Palang Merah Remaja (PMR) MAN 1 Bantul periode 2026/2027 berlanjut pada tahap tes wawancara. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, Rabu–Kamis (19–20/8/2026), ini menjadi kesempatan bagi madrasah untuk mengenal lebih dekat motivasi, karakter, serta kesiapan murid yang ingin bergabung dalam organisasi PMR.
Tahap wawancara merupakan rangkaian seleksi setelah sebelumnya 49 calon anggota dari kelas X dan XI mengikuti tes tertulis pada Selasa (18/8/2026). Dalam wawancara, calon anggota diberikan sejumlah pertanyaan seputar motivasi bergabung dengan PMR, pengalaman berorganisasi, pemahaman dasar kepalangmerahan, kemampuan bekerja sama, serta kesiapan mengikuti berbagai kegiatan PMR.
Satu per satu calon anggota mengikuti wawancara dengan suasana yang serius tetapi tetap komunikatif. Mereka diberi ruang untuk menyampaikan alasan memilih PMR serta harapan yang ingin dicapai setelah menjadi bagian dari organisasi tersebut.
Ketua PMR MAN 1 Bantul, Vivian Fesyadina Khairunnisa, menyampaikan bahwa tahapan wawancara penting untuk mengetahui kesungguhan calon anggota.
“Wawancara ini tidak hanya untuk melihat kemampuan calon anggota, tetapi juga mengetahui motivasi dan kesiapan mereka. Kami berharap anggota yang terpilih nantinya benar-benar memiliki kemauan untuk belajar, aktif dalam kegiatan, mampu bekerja sama, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” ungkapnya.
Sementara itu, Candra Ade Pertiwi, selaku pendamping PMR MAN 1 Bantul, mengatakan bahwa PMR menjadi salah satu wadah bagi murid untuk mengembangkan keterampilan sekaligus membentuk karakter.
“Melalui wawancara, kami ingin melihat lebih jauh motivasi dan kesungguhan murid dalam memilih PMR. Menjadi anggota PMR tidak hanya tentang belajar pertolongan pertama atau keterampilan kepalangmerahan, tetapi juga tentang membangun kepedulian, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama,” jelasnya.
Ade menambahkan bahwa nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat CADAS BERKELAS yang menjadi karakter MAN 1 Bantul, yaitu Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi.
“Harapannya, murid yang bergabung dalam PMR dapat berkembang menjadi pribadi yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial. Nilai-nilai CADAS BERKELAS diharapkan dapat tumbuh melalui pengalaman mereka dalam berorganisasi, bekerja sama, dan memberikan manfaat bagi orang lain,” tambahnya.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi pelaksanaan seleksi calon anggota PMR yang dilakukan secara bertahap. Menurutnya, kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian penting dalam memberikan pengalaman belajar kepada murid di luar pembelajaran kelas.
“PMR menjadi wadah yang sangat baik bagi murid untuk belajar tentang kemanusiaan, kepedulian, tanggung jawab, dan kerja sama. Hal tersebut sejalan dengan semangat CADAS BERKELAS yang ingin membentuk murid MAN 1 Bantul menjadi pribadi yang cerdas sekaligus berkarakter,” tuturnya.
Melalui rangkaian seleksi yang meliputi tes tertulis dan wawancara, MAN 1 Bantul berharap dapat menjaring calon anggota yang memiliki motivasi, komitmen, dan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai PMR. Mereka diharapkan mampu menjadi generasi muda yang tanggap, peduli, dan siap memberikan manfaat bagi lingkungan madrasah maupun masyarakat.
Seleksi calon anggota PMR periode 2026/2027 ini sekaligus menjadi langkah awal untuk menyiapkan kader-kader PMR MAN 1 Bantul yang Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi dalam semangat CADAS BERKELAS. (ad)

