Integritas Berawal dari Kata: Pembina Upacara MAN 1 Bantul Tanamkan Pesan “Ajining Diri”

BANTUL (MAN 1 Bantul)— Suasana khidmat menyelimuti halaman MAN 1 Bantul saat seluruh civitas akademika kembali menggelar upacara bendera mingguan pada Senin (24/8/2026). Bertindak sebagai Pembina Upacara, Staf Wakabid Kesiswaan, Winda Sukma Yulia, S.Pd., yang sekaligus juga guru mata pelajaran Bahasa Jawa, menyampaikan amanat berharga mengenai pentingnya menjaga tutur kata bagi pembentukan karakter para siswa.
Dalam arahannya, Winda menyoroti filosofi Jawa “Ajining diri amarga bagusing lathi”, yang mengandung makna bahwa kehormatan dan harga diri seseorang dinilai dari perkataan, kejujuran, serta kebaikan budi bahasa yang diucapkannya. Di tengah pesatnya era digital dan media sosial, pesan moral ini dinilai sangat relevan untuk membentengi etika komunikasi peserta didik.
“Nilai ajining dhiri amarga bagusing lathi mengajarkan kita bahwa lisan dan jari yang kita gunakan untuk berkomunikasi adalah cerminan kualitas diri. Dalam dunia pendidikan, integritas moral bermula dari kejujuran kata-kata yang kita lontarkan setiap hari,” ujar Winda saat menyampaikan amanatnya di hadapan ratusan siswa.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I, memberikan apresiasi tinggi atas pesan mendalam yang disampaikan dalam upacara tersebut. Menurutnya, penguatan etika berbahasa merupakan bagian inti dari visi pembentukan karakter madrasah.
“Pesan yang disampaikan pembina upacara sangat menyentuh dan esensial. Kami di madrasah tidak hanya menuntut siswa unggul secara akademis, tetapi juga memiliki akhlakul karimah. Bahasa yang sopan, santun, dan jujur adalah fondasi dari kepribadian yang tangguh,” tutur Mafrudah.
Materi amanat tersebut mendapat tanggapan positif dari para siswa. Salah satu peserta upacara, Ibadurahman, siswa kelas XI FD6, mengaku mendapatkan pemahaman baru tentang pentingnya menjaga lisan di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.
“Petuah Jawa tersebut mengingatkan saya dan teman-teman untuk lebih bijak saat berbicara, baik secara langsung maupun di media sosial. Berkata jujur dan sopan ternyata adalah cara paling dasar untuk menghargai diri sendiri dan orang lain,” ungkap Ibad.
Melalui penanaman nilai-nilai luhur ini, MAN 1 Bantul terus berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, beretika, dan berintegritas tinggi. Hal ini tentunya sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr).