Bantul, (MAN 1 Bantul) — Suasana pagi di MAN 1 Bantul terasa semakin hangat dan penuh semangat. Para guru piket mulai menyambut kedatangan siswa pada hari Rabu (26/8/2026) di lingkungan madrasah. Kehadiran guru piket sejak pagi menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana madrasah yang ramah, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga madrasah.
Salah satu guru yang bertugas pada pagi tersebut adalah Nur Khasanah, S.Pd., guru Bahasa Indonesia MAN 1 Bantul. Dengan sikap ramah dan penuh perhatian, beliau menyambut siswa yang datang ke madrasah. Sapaan dan senyuman yang diberikan menjadi energi positif bagi siswa sebelum memulai aktivitas pembelajaran.
Menurut Nur Khasanah, kegiatan menyambut siswa pada pagi hari merupakan hal sederhana, tetapi memiliki dampak positif dalam membangun suasana madrasah.
“Menyambut anak-anak di pagi hari itu sederhana, tetapi saya merasa senang bisa melihat mereka datang dengan semangat. Dengan memberikan senyum, salam, dan sapaan, semoga anak-anak merasa lebih nyaman dan siap mengikuti pembelajaran. Bagi saya, ini juga menjadi kesempatan untuk membangun kedekatan dengan siswa,” ungkap Nur Khasanah.
Ia menambahkan bahwa interaksi singkat pada pagi hari dapat menjadi awal yang baik untuk membangun komunikasi antara guru dan siswa.
“Semoga kebiasaan seperti ini bisa terus dilakukan. Tidak hanya sekadar menyambut kedatangan siswa, tetapi juga menjadi bagian dari budaya positif di madrasah. Ketika guru dan siswa saling menyapa dengan ramah, suasana madrasah tentu akan terasa lebih hangat,” tambahnya.
Kegiatan sederhana tersebut memiliki makna penting dalam membangun kedekatan antara guru dan siswa. Kehadiran guru di gerbang madrasah tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pengawasan kedisiplinan, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan budaya senyum, salam, sapa, sopan, dan santun di lingkungan MAN 1 Bantul.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan rasa senang dan apresiasinya terhadap kegiatan guru piket yang hadir lebih awal untuk menyambut siswa. Menurutnya, kebiasaan positif tersebut dapat menciptakan suasana madrasah yang lebih hangat sekaligus memperkuat hubungan antara guru dan siswa.
“Guru yang hadir dan menyambut siswa sejak pagi merupakan bentuk keteladanan. Hal-hal sederhana seperti senyum, sapaan, dan perhatian dapat memberikan kesan positif kepada siswa serta membuat mereka merasa diterima dan dihargai di madrasah,” ungkap Mafrudah.
Kegiatan penyambutan siswa pada pagi hari ini juga sejalan dengan semangat CADAS BERKELAS, tagline terbaru MAN 1 Bantul yang merupakan akronim dari Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminatif.
Melalui budaya menyambut siswa sejak pagi, nilai Berkarakter, Agamis, Adaptif, dan Anti Diskriminatif dapat diwujudkan dalam tindakan nyata. Guru memberikan keteladanan melalui sikap ramah dan peduli, sementara siswa belajar membangun kebiasaan positif dalam berinteraksi dengan warga madrasah.
Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten diharapkan mampu membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan budaya positif. Dengan semangat CADAS BERKELAS, MAN 1 Bantul terus berupaya menghadirkan madrasah yang Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminatif. (kno)

