BANTUL (MAN 1 Bantul) — Kemeriahan ajang Pesta Demokrasi Pemilihan Ketua OSIM (Pemilos) MAN 1 Bantul kian terasa dalam sesi Debat Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIM Masa Bakti 2026/2027 yang diselenggarakan di ruang utama masjid madrasah pada Rabu (26/8/2026). Pasangan calon (paslon) nomor urut 03, Muhammad Rava Aljashar sebagai Calon Ketua OSIM dan Aisyah Putri Azzahra sebagai Calon Wakil Ketua OSIM, tampil tegas dan bersahaja memaparkan visi, misi, serta program kerja unggulan mereka.
Berdiri tegap mengenakan jas almamater biru khas madrasah di meja mimbar paslon 3, pasangan Rava dan Putri secara bergantian menjabarkan arah kepemimpinan yang diusung. Paslon nomor urut 03 ini mengusung visi utama:
- Menjadikan OSIM sebagai wadah aspirasi bagi seluruh siswa dan mewujudkan inovasi yang berdampak positif bagi siswa dan madrasah.
- Menciptakan madrasah peduli lingkungan, bersih, dan asri.
- Mewujudkan OSIM yang kompak, kreatif, bertanggung jawab, dan komunikatif.
Guna merealisasikan visi komprehensif tersebut, pasangan Rava dan Putri menyusun lima poin misi strategis, yaitu:
- Membuka ruang aspirasi untuk seluruh siswa madrasah.
- Mewujudkan aspirasi menjadi sebuah inovasi yang berdampak positif bagi madrasah.
- Menanamkan rasa cinta dan peduli lingkungan, pentingnya madrasah yang bersih dan asri.
- Mengajak seluruh anggota aktif, inovatif, dan bertanggung jawab.
- Mengadakan Forum Komunikasi Siswa MAN 1 Bantul (FKSM) sebagai wadah koordinasi antara OSIM dan ketua kelas, wadah ditampungnya aspirasi seluruh siswa.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi tinggi atas kualitas gagasan, keberanian, dan kesiapan yang ditunjukkan oleh pasangan nomor urut 03. Beliau menyampaikan bahwa program kerja yang dibawa paslon 03 sangat padu dengan arah dan prinsip kebanggaan madrasah.
”Pemaparan visi dan misi dari pasangan Rava dan Putri ini merupakan penjelmaan nyata dari tagline madrasah kita, CADAS BERKELAS—Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart; Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Penekanan khusus mereka terhadap kepedulian lingkungan serta gagasan pembentukan FKSM mencerminkan pemikiran peserta didik yang cerdas, adaptif, dan smart,” ujar Mafrudah.
Lebih lanjut, Mafrudah menegaskan bahwa keterbukaan ruang komunikasi siswa merupakan pilar penting dalam membumikan budaya madrasah yang ramah dan inklusif.
“Langkah Paslon 03 dalam membuka ruang aspirasi bagi seluruh siswa dan pembentukan wadah koordinasi FKSM melatih budaya yang sangat demokratis dan anti diskriminasi, di mana setiap perwakilan kelas memiliki ruang bersuara yang setara. Ditunjang oleh komitmen kuat pada gerakan cinta lingkungan untuk menjaga madrasah tetap bersih dan asri serta dilandasi nilai agamis dan berkarakter, kami berharap gagasan ini makin memotivasi seluruh siswa MAN 1 Bantul untuk aktif berkontribusi demi kemajuan bersama,” pungkasnya.
Melalui panggung debat terbuka ini, MAN 1 Bantul terus membuktikan komitmennya dalam menempa kecakapan berorganisasi, kepemimpinan, dan kedewasaan berdemokrasi bagi para calon pemimpin masa depan bangsa. (ska)

